NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Sembilan Startup Indonesia Berguru ke Silicon Valley

Sembilan Startup Indonesia Berguru ke Silicon Valley

Sinergi startup dengan perusahaan besar dapat mempercepat solusi teknologi bagi pasar.

Marketplus.co.id  –  Sembilan start up lulusan terbaik Founder Institute Jakarta Summer 2016 telah menyelesaikan perjalanan mereka ke Silicon Valley, pusat perusahaan teknologi terbesar yang ada di San Fransisco, Amerika Serikat. Perjalanan tersebut berlangsung selama 19-25 Februari 2017.

Sembilan startup tersebut ialah Neetip, wsignal, zendmoney, SEVVA, Bildeco, 3i, Indogold, Fishare, dan Andalin.

“Kami beruntung bisa banyak belajar di sana, terutama membentuk pola pikir entrepreneur teknologi,” ujar Rifki Pratomo, pendiri Andalin, di DBS Tower, Jakarta, Senin 13 Maret 2017.

Rifki merupakan salah satu pemenang Founder Insitute Jakarta, sebuah program pelatihan yang berjalan selama empat bulan tiap tahunnya. Program ini sudah berjalan di 20 negara dan telah menciptakan lebih dari 2.000 perusahaan rintisan baru.

Adapun Bank DBS Indonesia memberangkatkan, mendampingi, serta membuka wawasan bersama para lulusan Founder Institute Jakarta tersebut ke Silicon Valley dan bertemu dengan beberapa startups yang kini telah menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan terpenting di dunia, seperti Facebook, Google, dan Airbnb.

Para lulusan berikut eksekutif Bank DBS Indonesia juga berdikusi langsung dengan beberapa individu terkemuka dibalik beragam institusi, dari perusahaan riset teknologi, perusahaan modal, hingga angel investor yang menghubungkan Amerika Serikat dengan Asia Tenggara.

Menurut Leonardo Koesmanto, Head of Digital Banking, Bank DBS Indonesia, semua pertemuan di Silicon Valley memberikan bekal wawasan esensial bagi seluruh peserta, baik bagi pengusaha yang sedang mengembangkan produk barunya maupun bagi tim eksekutif yang sedang berinovasi.

“Di DBS, kami terus-menerus mempelajari dan mengadopsi budaya digital. Oleh karena itu, mendukung ekosistem startup teknologi dan merangkul fintech menjadi salah satu cara kami untuk menghadirkan teknologi perbankan yang tidak hanya mudah, cerdas, dan sederhana – namun juga menyenangkan,” ujar Leonardo.

Selain mendukung immersion trip ke Silicon Valley ini, DBS dalam skala regional juga telah melakukan banyak program, seperti DBS Hackathons dan DBS HotSpot Pre-Accelerator, serta baru-baru saja meluncurkan Unicorn, sebuah program magang untuk mahasiswa dalam mengasah kemampuan kewirausahaan untuk mencari solusi bagi tantangan DBS.

“Di Indonesia, kami segera meluncurkan mobile-only bank, dimana DBS merangkul mitra fintech dalam menghadirkan teknologi Artificial Intelligence untuk layanan virtual assistant yang telah terbukti dapat menjawab sekitar 80-90% pertanyaan nasabah ketika diluncurkan di India tahun lalu,” ungkapnya.

Director of Founder Institute Jakarta, Any Zain merespons positif  upaya DBS Indonesia. “Kami senang sekali ada sinergi antara startup dengan perusahaan besar seperti DBS Indonesia. Ini dapat lebih mudah bagi inovator Indonesia untuk menciptakan solusi yang berdampak positif bagi pasar,”ujarnya.

Editor: Sica Harum

Top