NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Pasar Properti Indonesia Mulai Menggeliat, Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi

Pasar Properti Indonesia Mulai Menggeliat, Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi

Ilustrasi rumah tinggal {www.pexels.com}

Diharapkan dapat berdampak positif terhadap sektor-sektor lain.

Marketplus.co.id – Sektor properti telah menjadi salah satu sektor yang menarik di Indonesia, dimana pasar diproyeksikan akan bergerak menuju arah yang positif. Terlepas dari tantangan-tantangan yang harus di hadapi para pelaku bisnis properti di Indonesia beberapa tahun terakhir, tahun 2017 diyakini sebagai waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Farpoint, perusahaan developer real estate yang merupakan anak perusahaan Gunung Sewu Group, melihat pasar properti mulai bergeliat, khususnya pasar apartemen di kawasan CBD Jakarta. Hal itu mengemuka dalam “Property Outlook 2017: The Confidence in Residential” yang digelar di Club Lounge VERDE Apartment yang menghadirkan pembicara utama Chief Executive Officer Farpoint, Jusup Halimi,  dan Head of Investment Banking UBS Investment Bank Indonesia, Agung Prabowo.

Tahun Menantang

Tahun 2017 diakui sebagai tahun yang menantang sekaligus diyakini akan menjadi lebih baik dibanding tahun lalu bagi sektor properti. Hal itu ditunjukkan oleh pembelian yang terjadi dalam dua bulan pertama di awal tahun untuk properti milik Farpoint. Harga properti yang akan terus meningkat dari waktu ke waktu membuat tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti, salah satunya disebabkan biaya konstrusi yang akan terus meningkat.

Verde, kondominium milik Farpoint, menunjukkan tanda positif yang menunjukkan angka penjualan di atas 90 persen, dengan perbandingan 50/50 pemilik yang membeli unit untuk berinvestasi dan menjadi penghuni/residen. Kesuksesan Verde membuat Farpoint membangun Verde Two, yang saat ini pembangunannya berada dalam kecepatan penuh.

Chief Executive Officer  Farpoint, Jusup Halimi, melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Kamis, 16 Maret 2017 mengatakan  dengan filosofi “Think Beyond”, Farpoint  berkomitmen menghadirkan dan mengelola properti  dengan standar dan desain berkualitas tinggi.

Jusup mengatakan saat ini Farpoint fokus dalam membangun properti premium seperti residensial, perkantoran, bangunan mixed-used. Jusup berujar jika Farpoint yakin jika terlepas dari berbagai tantangan ekonomi saat ini, Farpoint hadir untuk memberikan properti berkualitas tinggi yang lebih dari sekadar bangunan atau ruang, namun menyediakan properti yang sesuai dengan pasar.

“Yang mencari properti berkualitas dan bernilai,” katanya.

Jusup menambahkan berbagai proyek yang sedang berjalan seperti Verde  Two dan Sequis Tower diharapkan dapat menjadi wujud optimisme Farpoint serta Gunung Sewu Group terhadap pertumbuhan sektor properti Indonesia. Selain itu, Jusup juga percaya jika kebutuhan akan proyek properti berstandar internasional juga menjadi salah satu faktor yang menarik dalam pertumbuhan sektor ini.

Hal itu menurutnya dapat menunjukkan pertumbuhan bisnis internasional di Indonesia. Farpoint, kata Jusup ingin menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut. Dia juga percaya bahwa dampak positif tersebut tidak hanya akan membawa sektor properti ke arah yang lebih positif.

“Namun diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap sektor lain,” ujarnya.

Kemajuan Pasar Properti

Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu faktor yang kuat di balik kondisi pasar properti Indonesia, dengan lonjakan permintaan yang didukung oleh kepercayaan konsumen yang lebih tinggi. Di pasar real estate Indonesia, Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) telah menjadi segmen terbesar dalam hal kontribusi daerah dan pendapatan di pasar real estate Indonesia secara keseluruhan.

Head of Investment Banking, UBS Investment Bank Indonesia, Agung Prabowo, mengatakan jika dia melihat sektor properti begerak menuju arah yang positif, terlepas dari berbagai tantangan yang ada di depan. Menurutnya sektor properti telah menjadi kantong pertumbuhan pendapatan di pasar, meskipun konsolidasi fiskal yang sedang berlangsung pada tahun 2017 ini dapat menimbulkan ancaman bagi ekspektasi konsensus pertumbuhan pendapatan.

“Berada di angka 17 persen dari tahun ke tahun,” katanya.

Sentimen positif pun ditunjukkan oleh para pelaku pasar yang dilihat dari segmentasi pasar yang ikut bergeser, dimana pasar terbentuk dari permintaan yang tinggi sebelum para investor menentukan pembangunan sebuah proyek.

Pertumbuhan ekonomi makro sebagai Produk Bruto Domestik (PDB) per kapita, daya beli, dan kepercayaan konsumen dalam memilih perusahaan pengembang dan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan properti residensial yang diperkirakan akan berkembang pada beberapa tahun mendatang.

Indonesia telah menjadi salah satu pusat bisnis yang menarik bagi perusahaan-perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara, di mana Jakarta pada khususnya menjadi tujuan investasi utama bagi investor domestik.

Properti di Ibu Kota Indonesia tersebut terutama didominasi oleh apartemen mewah yang memikat penduduk kelas elite negara dengan meningkatnya kepercayaan investor yang selanjutnya mendorong pasar real estate.

Editor: Yudho Raharjo

Top