NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Enam Strategi Membangun e-Commerce di Indonesia

Enam Strategi Membangun e-Commerce di Indonesia

Ilustrasi e-commerce {www.pexels.com}

Kata kuncinya adalah “differentiation strategy”.

Marketplus.co.id – Kehadiran e-commerce di Indonesia akhir – akhir ini telah banyak melakukan perubahan terhadap perilaku konsumen di Indonesia. E-commerce diyakini membawa sensasi baru dalam berbelanja. Masyarakat tidak harus meluangkan waktu banyak untuk mengunjungi dari satu toko ke toko lain. Melainkan hanya mengunjungi laman virtual, sekali click, dan voila barang yang diinginkan akan langsung anda terima dalam hitungan hari.

Selain itu, kehadiran e-commerce diyakini dapat menjadi jalan keluar bagi mereka yang terlalu sibuk untuk meluangkan waktu berbelanja secara konvensional, di lain hal e-commerce juga telah meningkatkan level konsumsi masyarakat di Indonesia.

MarkPlus, Inc melalui forum diskusi MarkPlus Center for Retail and Consumer hadir untuk memberikan pemaparan mengenai maraknya kehadiran e-commerce di Indonesia saat ini dan bagaimana peranan ecommerce dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Acara ini digelar di Philip Kotler Theatre Class, MarkPlus Campus, Jakarta.

Diskusi menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Direktur Infrastruktur TIK Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Neil Hilmam, Vice President Marketing BukaLapak.com, Bayu Syerli Rachmat, Head Brand & Marketing Alfacart.com, Yusi Obon , Head Communication & Partnership Mataharimall.com, Alvin Aulia, Chief of Business and Economy iDea, Ignatius Untung.

Neil Hilman, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu, 22 Maret 2017, mengatakan jika pemerintah turut mendukung perkembangan ekonomi digital dengan menciptakan ekosistem digital.

“Yang memiliki infrastruktur memadai,” katanya.

Bekraf selama ini menurutnya telah berperan aktif untuk mendorong pemerintah dalam menciptakan regulasi yang komprehensif dan intergratif guna memberikan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan.

Bayu Syerli Rachmat menjelaskan dengan jumlah populasi penduduk yang besar, diikuti dengan fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia, maka proyeksi ekonomi digital sangat besar di masa mendatang.

Maka, para pelaku bisnis e-commerce menurutnya harus bekerja sama untuk memperluas pasar pengguna ekonomi digital, agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata.

“Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Bayu menambahkan tidak ada salahnya untuk menjadi unik dan berbeda dalam melakukan bisnis digital di Indonesia, karena hal itulah yang akan menumbuhkan awareness masyarakat.

“Terhadap brand ecommerce di Indonesia,” katanya.

Dari kiri ke kanan, Alvin Aulia Head Communication & Partnership Mataharimall.com, Yusi Obon Head Brand & Marketing Alfacart.com, Bayu Syerli Rachmat Vice President Marketing Bukalapak, Neil Hilmam Direktur Infrastruktur TIK Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ignatius Untung Chief of Business and Economy iDea {Dok: Markplus,Inc}

Dalam forum, Yusi Obon menambahkan jika terdapat perubahan yang cepat dalam pasar e-commerce di Indonesia. Maka pelaku e-commerce menurutnya harus mampu menerjemahkan kebutuhan pasar.

“Di era perubahan digital yang semakin cepat,” ujarnya.

Yusi menambahkan Alfacart melihat terdapat peluang besar dalam memasarkan kebutuhan sehari – hari masyarakat melalui platform digital. Hal itu menurut Yusi menjadi dasar diferensiasi mereka dibandingkan dengan ecommerce lain di Indonesia.

Meskipun saat ini terdapat pertumbuhan yang cepat dalam konsumsi belanja digital, namun Alvin Aulia mengatakan pasar konvensional (offline) masih tetap menguasai. Oleh karena itu, mataharimall.com dan sejumlah e-commerce lainnya di Indonesia berusaha memberikan pemecahan masalah atas gap ini.

“Dengan menyajikan O2O (online to offline),” katanya.

Pada akhir acara, Head of Industry of Healthcare, Property, and Consumer MarkPlus, Inc, Husin Wijaya mengungkapkan jika perkembangan e-commerce yang cepat menyebabkan terjadinya generic trap di berbagai ecommerce, sehingga menjadi sebuah tantangan untuk mengembangkan e-commerce yang ‘sehat’.

Kata kuncinya menurut Husin adalah differentiation strategy. Semakin berbeda strategi dan pendukungnya maka semakin baik dan semakin efisien sebuah e-commerce untuk berkembang.

“Dan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Editor: Yudho Raharjo

Top