NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Terpikat Alam Cantik Tanimbar

Terpikat Alam Cantik Tanimbar

Sunset di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. {market+/Agus Siswanto}

Berada di kawasan kepulauan terluar Indonesia yang terletak di antara Pulau Aru dan Kepulauan Kei.

Marketplus.co.id– Pesona wisata Indonesia bagian Timur memang tak pernah mengecewakan. Alamnya masih cantik, dengan udara yang bersih. Salah satunya, kepulauan Tanimbar di Maluku Tenggara Barat.

Wilayah ini merupakan kepulauan terluar Indonesia yang terletak di antara Pulau Aru dan Kepulauan Kei yang menjadi batas bagian timur.  Ada setidaknya 65 pulau berukuran kecil di Tanimbar yang merupakan bagian dari provinsi Maluku. Ada beberapa pulau yang dikenal di kepulauan ini termasuk pulau Yamdena yang merupakan pulau terbesar di kepulauan Tanimbar. Di Pulau Yamdena ini lah, terdapat kota Saumlaki yang menjadi gerbang dalam menikmati keindahan surga Tanimbar.

Saumlaki merupakan kota terbesar sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Untuk mencapai kota ini, para pelancong bisa menggunakan penerbangan dari Ambon yang langsung menuju bandar udara baru di Saumlaki. Saat ini, ada tiga maskapai dari bandara Pattimura Ambon menuju Saumlaki, yakni Garuda,  Wings dan Trigana.

Meski belum terlalu ramai, sudah cukup banyak akomodasi tersedia di kota Saumlaki. Di kiri dan kanan jalan menuju pelabuhan, kita akan menemukan beberapa penginapan yang baik dengan view menawan. Salah satunya adalah hotel Harapan Indah. Warga setempat dan pengunjung yang biasa menyambangi Saumlaki, mengenal hotel ini dengan sebutan HI (baca: ha-i).

Pelabuhan di Saumlaki juga sering menjadi tempat bersandar kapal-kapal dari Australia. Terutama pada kegiatan Sail Darwin-Saumlaki yang diadakan setiap setahun sekali. Biasanya para peserta acara tersebut turun dan menyinggahi pantai dan desa-desa di sekitar Saumlaki.

Di kota Saumlaki, kita juga akan menemukan pengaruh kental misionaris Kristen yang hadir di wilayah Tanimbar sejak ratusan tahun silam. Desa Olilit menjadi saksi besarnya pengaruh misionaris Kristen di daerah ini. Ada bangunan Kristus Raja yang merupakan tempat ziarah utama pemeluk Katholik yang tinggal di Yamdena. Tempat ini berada di atas bukit dengan patung besar dan didukung dengan suasana hening. Monumen Kristus Raja menjadi salah satu objek wisata rohani yang letaknya di bagian ujung timur pulau Yamdena, tepatnya di lokasi Funduar Desa Olilit Timur.

Situs Kristus Raja, Tanimbar. (market+/Agus Siswanto}

Dibangun pada 2004 oleh Pemerintah Daerah Maluku Tenggara Barat, monumen itu ditujukan sebagai destinasi wisata rohani di Saumlaki.

“Monumen Kristus Raja lekat dengan kegiatan keagamaan, khususnya umat Katolik. Beragam kegiatan rutin, seperti sembahyang, misa, hingga penyimpanan arak-arakan patung arca Yesus, digelar di Monumen Kristus Raja,” kata Ruben Benjarvioto Moriolkossu, Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Daerah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Monumen ini dapat dilihat keindahannya secara jelas dari laut saat memasuki kota Saumlaki lewat pelabuhan. Jarak tempuh menuju monumen ini sekitar 3 km, atau 10 menit dari kota Saumlaki dengan menggunakan mobil.

Selain itu, ada juga Desa Wisata Tumbur di Kecamatan Wertamrian yang terkenal dengan kerajinan patungnya. Di Sanggar Ukir Patung Natar Sere, Desa Tumbur ini, wisatawan bisa melihat pembuatan aneka motif patung Tumbur yang khas seperti tentang persembahan, pikul bakul, dan tombak parang.

Menurut Ruben, Desa Tumbur biasa dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk membeli oleh-oleh patung khas Tumbur. Harga patung-patung di Desa Tumbur bervariasi tergantung dari kayu, ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan patung, yakni mulai dari harga Rp75.000 hingga jutaan rupiah. Desa Tumbur berada di pantai barat daya Pulau Yamdena dan berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Saumlaki.

Kerajinan patung kayu Topang Dagu di Desa Wisata Tumbur, Kecamatan Wertamrian. {market+/Agus Siswanto}

Pulau Matakus Yang Menawan

Beberapa pulau yang menjadi destinasi andalan dari Maluku Tenggara Barat dikenal dengan nama Segitiga MAN, yang terdiri dari Matakus, Angwarmass, dan Nustabun. Ciri khas dari ketiga pulau ini adalah hamparan pasir putih yang lembut dan air yang jernih, serta formasi batuan unik di bibir pantainya.

Taman Laut segitiga MAN terletak di sebelah selatan Pulau Tanimbar sekitar 3 km dari Kota Saumlaki. Untuk menuju ketiga pulau ini, kita dapat menyewa speed boat yang tersedia di dermaga. Pulau Matakus adalah yang terdekat dari Saumlaki dan yang paling siap memanjakan para wisatawan yang datang berkunjung.

Matakus adalah pulau berpasir, dengan pohon kelapa, umbi dan kacang-kacangan. Matakus memiliki keindahan alam yang luar biasa dan hasil ikan yang berlimpah. Tak ayal, penduduk setempat cukup dengan tangan kosong atau menggunakan panah khusus agar dapat menangkap ikan. Di sini, pengunjung yang datang disambut masyarakat setempat dengan hangat dan ramah. Pulau seluas 400 hektar ini masih sepi wisatawan dan hanya beberapa rumah penduduk saja di sekitar pesisir. Matakus juga telah memiliki dermaga kecil di perairan dangkal yang tak jauh dari pantai untuk kapal merapat.

Perairan bening di Pulau Matakus.

Lokasi pulau Matakus terletak di selatan Saumlaki dengan jarak tempuh sekitar 30 menit menggunakan kapal cepat dengan ombak yang relatif stabil. Selain memiliki air yang jernih, terumbu karang di pulau ini masih sangat original dan terjaga. Matakus memberikan daya tarik tersendiri bagi pelancong yang ingin melakukan kunjungan wisata dan rekreasi air seperti snorkling dan diving.

Menariknya, di Matakus terdapat kerajinan Tenun Ikat Tanimbar yang dikenal dengan nama Tais Pet. Tenun Ikat Tanimbar biasanya digunakan oleh kaum bangsawan untuk menghadiri upacara adat. Menurut Ruben, penenun di pulau ini merupakan perempuan asli Tanimbar yang menguasai filosofi dari motif-motif lokal seperti Sair (bendera), Tunis (anak panah), Eman Matan (mata cawat), Luhun Walun (wajah lesung), Katkatan Walun (wajah penjepit), dan berbagai motif lain yang bertema alam atau flora dan fauna. Warna asli dari Tenun Ikat Tanimbar adalah cokelat, hitam, dan  merah.

Editor: Sica Harum

Top