NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Qantas Luncurkan Kursi Ekonomi Premium

Qantas Luncurkan Kursi Ekonomi Premium

Pesawat maskapai Qantas {www.pexels.com}

Akan mengudara pada Oktober 2017 nanti untuk perjalanan dari Melbourne ke Los Angeles.

Marketplus.co.id – Para penumpang asal Indonesia yang memilih terbang bersama jaringan global Qantas, dapat diakses melalui rute Jakarta-Sydney, akan segera dapat merasakan standar baru kenyamanan dan inflight entertainment yang dihadirkan oleh dua layanan terbaru dari Qantas.

Qantas telah meluncurkan generasi terbaru dari kursi kelas Ekonomi Premiumnya untuk penerbangan dengan armada Boeing 787-9 Dreamliner, sekaligus mengumumkan kerja sama dengan Foxtel, Netflix dan Spotify sebagai penyedia konten hiburan berbasis streaming dalam penerbangan domestik Qantas.

Kabin Ekonomi Premium

Generasi terbaru dari kursi kelas Ekonomi Premium Qantas akan dapat dinikmati oleh penumpang untuk pertama kali dalam penerbangan Boeing 787-9 Dreamliner milik maskapai ini pada Oktober 2017 nanti. Pada  Desember 2017, layanan internasional pertama dari Qantas Dreamliner akan mengudara untuk perjalanan dari Melbourne ke Los Angeles, sebagai rute alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh penumpang Indonesia ketika bepergian ke Amerika Serikat.

Dengan ruang yang lebih lebar dan fungsional, kursi kelas Ekonomi Premium dari Qantas Dreamliner memiliki sandaran berpengaturan khusus yang memberikan kenyamanan tertinggi di kelasnya, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Ketika penumpang merebahkan sandaran kursinya, beberapa bagian kursi akan menyesuaikan posisinya masing-masing untuk menyokong tubuh Anda sehingga Anda pun merasa lebih santai.

Beberapa fitur penting lainnya yang ditawarkan oleh kelas Ekonomi Premium pada penerbangan Dreamliner milik Qantas yaitu kursi yang 10 persen lebih lebar dibanding kelas Ekonomi Premium Qantas sebelumnya, penyokong kepala ergonomis dengan bantal yang didesain khusus dan pijakan kaki yang telah diperbaharui untuk memberikan kenyamanan lebih, serta layar inflight entertainment berdefinisi tinggi dari Panasonic yang 25 persen lebih lebar.

CEO Qantas Group, Alan Joyce, melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Jumat, 24 Februari 2017 mengatakan kursi kelas Ekonomi Premium ini begitu luar biasa. Penumpang menurutnya harus mencoba sendiri betapa baiknya sandaran kursi tersebut mampu menopang tubuh ketika direbahkan agar bisa memahami mengapa kursi ini menawarkan kualitas yang benar-benar berbeda.

“Dari kursi lain di kelasnya,” katanya.

Joyce menambahkan Qantas Dreamliner akan melayani beberapa rute penerbangan terpanjang di dunia, oleh karenanya fokus utamanya adalah memberikan kenyamanan yang terbaik di kelasnya. Kelas Bisnis Qantas pun telah dikenal sebagai “mini First Class” oleh para Frequent Flyers, sedangkan kursi ekonomi Dreamliner sudah memiliki fitur-fitur tertentu.

“Yang pada maskapai lain hanya bisa ditemui di kelas Ekonomi Premiumnya,” ujarnya.

Qantas Dreamliner yang berkapasitas 236 penumpang ini terdiri dari kelas Bisnis, Ekonomi Premium dan Ekonomi, dengan tingkat kepadatan kursi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan banyak kompetitor lainnya.

Streaming Konten di Ketinggian

Sementara itu, para penumpang Indonesia di penerbangan domestik Qantas yang menawarkan layanan Wi-Fi akan memiliki akses untuk menonton acara favoritnya, mengikuti siaran langsung pertandingan olahraga, serta mendengarkan aneka lagu favorit mereka melalui Foxtel, Netflix dan Spotify pada tahun 2017 ini.

Dengan kecepatan sepuluh kali lipat dari Wi-Fi konvensional yang ditawarkan penerbangan lain, Qantas juga akan menghadirkan layanan streaming video dan audio saat layanan Wi-Fi terbaru ini dihidupkan di pesawat domestik Qantas yang pertama pada akhir Februari 2017. Armada Boeing 737 dan Airbus A330 domestik lainnya milik Qantas akan dilengkapi pula dengan layanan tersebut mulai pertengahan 2017.

Qantas Group Executive of Brand, Marketing & Corporate Affairs, Olivia Wirth, mengungkapkan mengakses surel, belanja daring maupun menjelajah internet akan menjadi aktivitas yang umum dilakukan ketika Qantas menghidupkan layanan Wi-Fi. Namun, Olivia menyadari yang paling dinanti para pelanggan ketika terbang adalah kesempatan untuk menonton acara TV atau film blockbuster. 

“Yang belum sempat mereka tonton di rumah,” katanya.

Meskipun Foxtel, Netflix dan Spotify merupakan penyedia jasa langganan berbayar, ketiganya akan memberikan akses gratis kepada para penumpang Qantas, baik di dalam maupun di luar pesawat, selama jangka waktu tertentu, mulai dari tiga hari hingga satu bulan setelah perjalanan mereka bersama Qantas.

Saat log-in ke dalam Wi-Fi Qantas dengan perangkatnya masing-masing, pelanggan akan langsung disambut oleh sebuah laman arahan dengan berbagai pilihan. Selain terkoneksi dengan Netflix, Spotify dan Foxtel, laman ini juga akan menampilkan data penerbangan secara real time; beragam pilihan hotel, restoran, maupun transportasi di tempat tujuan; laporan cuaca terbaru; serta informasi personal yang disesuaikan dengan rencana perjalanan dan akun Frequent Flyer masing-masing pelanggan. Siaran langsung dari Sky News Australia pun akan dapat dinikmati lewat laman tersebut.

Saat ini Qantas juga tengah berdiskusi dengan para penyedia jasa untuk memperluas layanan Wi-Fi pada armada internasional dan regionalnya (QantasLink). Diskusi dilakukan dalam rangka pengembangan produk yang nantinya mampu mengatasi berbagai tantangan dari segi teknis, kinerja, dan jangkauan, termasuk memberikan opsi untuk koneksi Wi-Fi ketika berada di atas wilayah yang luas, sehingga dapat memberikan layanan berkualitas yang memenuhi harapan para pelanggan Qantas.

Editor: Yudho Raharjo

Top