NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Articles | Event | Flash News | Uncategorized

Personal Branding and Leadership Workshop di #RoadToEFest2014

The Power of Cah Ayu, Mini Album Baru dari KunoKini

The Power of Cah Ayu, Mini Album Baru dari KunoKini

Interpretasi visual atas single KunoKini bertajuk HeyBeb!! tersaji di mini album The Power of Cah Ayu. {Dok. KunoKini}

Memuat interpretasi ulang atas single terdahulunya, HeyBeb!!.

Marketplus.co.id –  KunoKini, band asal Jakarta yang mengeksplorasi bunyi-bunyian alat tiup dan perkusi, merilis sebuah mini album remix bertajuk “The Power of Cah Ayu”. Mini album ini merupakan kolaborasi dari musisi, produser, hingga seniman gambar untuk enam lagu remix HeyBeb!!, sebuah single perdana KunoKini yang telah dirilis secara resmi pada 16 Maret 2016.

KunoKini  yang beranggotakan Bhismo, Bebi, dan Fikridzul mengajak banyak pekerja kreatif berkolaborasi. Karena itu,  “The Power of Cah Ayu” menawarkan banyak kejutan dan rasa baru karena memuat interpretasi ulang para musisi dan produser.  Seperti Kimo (Kimokal), Evan Virgan Fajar J, Heruwa (Shaggydog), N.A.D.A (another Imel Kei Project), DJ Stroo, dan penyanyi asal Singapura MAS1A bersama produser Deleon “Jubba” White of White Stone Production / BMI.

Beragam nuansa dan karakter musik elektronik tersaji beragam dan memikat dalam mini album yang resmi dirilis bertepatan dengan hari kasih sayang 14 Februari 2017. Kejutan-kejutan pun terasa dari komposisi ulang instrumen tradisional dengan unsur elektronik.

Secara visual, mini album ini juga menjadi sajian interpretasi enam seniman gambar. Adalah Rimba Mahardika, Tuyuloveme, Rio Simatupang, Pierre Alvian, Astari Achiel, dan Mark Achiel yang menginterpretasikan The Power of Cah Ayu dengan masing-masing karakter. Kemudian gambar mereka melekat menjadi cover tiap lagu yang ada dalam mini album ini.
Cah ayu adalah sapaan untuk anak perempuan, yang selalu indah dari beragam perspektifnya,” sebut KunoKini melalui keterangan media, Rabu, 15 Februari 2017.
Dalam masyarakat Jawa, cah adalah panggilan orang tua kepada anak mereka. Namun, dalam tataran tertentu, cah menjadi diksi yang berpredikat setara secara umur. Panggilan cah ayu juga dinilai KunoKini sebagai diksi yang tidak tendensius ketimbang kata wanita atau perempuan. 

Mulai hari ini, mini album ini sudah dapat Anda nikmati di digital store seperti 24-7 Entertainement, 7 Digital, Amazon Music, Arphiola, AWA, Beatport, Deezer, eMusic, Google Play, Gracenote, Gramo, Groove Music, HelloJunoNet, InProdicon, iTunes / Apple Music, Juno Download, KKBOX, Klicktrack Music Store, MediaNet Music, Muusika24.ee, Pandora, Rhapsody / Napster Download, Saavn, SecuryCast, Shazam, Slacker, SoundCloud, SoundExchange, Spotify, dan TIDAL / WiMP Streaming.

Editor: Sica Harum

 

Top