NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Kunjungan Wisatawan ke Singapura Raih Angka Tertinggi dalam Sejarah

Kunjungan Wisatawan ke Singapura Raih Angka Tertinggi dalam Sejarah

Suasana Singapura {www.pexels.com}

Pada 2016 tumbuh sebesar 7,7 persen mencapai 16,4 juta jiwa.

Marketplus.co.id – Jumlah kunjungan wisatawan internasional dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata Singapura pada tahun 2016 melampaui perkiraan dan mencapai angka tertinggi dalam sejarah. Kunjungan wisatawan internasional ke Singapura tumbuh sebesar 7,7 persen menjadi 16,4 juta.

Sementara estimasi awal penerimaan devisa dari sektor pariwisata meningkat sebesar 13,9 persen menjadi S$24,8 miliar. Hasil pendapatan dari sektor pariwisata yang kuat ini disumbang oleh para wisatawan asing yang lebih banyak membelanjakan uangnya pada wisata kuliner, belanja dan akomodasi.

Chief Executive Singapore Tourism Board (STB), Mr Lionel Yeo melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Kamis, 16 Februari 2017, mengutarakan dia merasa sangat berbesar hati dengan kinerja sektor pariwisata yang kuat pada tahun 2016. Meski menghadapi berbagai tantangan seperti pelemahan kinerja ekonomi di sejumlah pasar utama sumber wisatawan ke Singapura serta merebaknya virus Zika, Singapura berhasil menarik minat lebih banyak wisatawan berkualitas.

“Yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Tinjauan Pasar

Berdasarkan Penerimaan Devisa

Dari Januari hingga September 2016, terjadi pertumbuhan yang bagus pada sepuluh pasar utama sumber wisatawan ke Singapura. Selama dua tahun berturut-turut, Tiongkok sebesar 41 persen menempati urutan pertama, diikuti India sebesar 37 persen dan Indonesia sebesar 14 persen.

Penerimaan devisa dari wisatawan Tiongkok meningkat terutama karena pertumbuhan jumlah turis, sementara penerimaan devisa dari wisatawan India dan Indonesia tumbuh seiring meningkatnya pembelanjaan wisatawan untuk retail dan akomodasi.

Berdasarkan Kunjungan Wisatawan

Selama 2016, pertumbuhan kunjungan wisatawan terbesar secara absolut adalah Tiongkok sebesar 36 persen, Indonesia sebesar enam persen, dan India sebesar delapan persen. Pertumbuhan ini disebabkan oleh meningkatnya kunjungan wisatawan dari kota-kota utama dan kota-kota lainnya di Tiongkok, India dan Indonesia, di mana Singapore Tourism Board (STB) telah meningkatkan upaya pemasaran di sana. India juga melampaui Australia sebagai pasar utama sumber wisatawan ke Singapura keempat untuk kunjungan wisatawan.

Penurunan terbesar kunjungan wisatawan terjadi pada turis dari Hong Kong sebesar 12 persen, Malaysia sebesar dua persen, Australia sebesar dua persen, Korea Selatan sebesar 2 persen dan Jepang sebesar satu persen (-1%). Penurunan wisatawan dari Hong Kong lebih banyak disebabkan oleh kinerja ekonomi yang melemah, sementara depresiasi ringgit Malaysia mengurangi jumlah perjalanan ke Singapura.

Kunjungan wisatawan dari Australia Barat menurun karena sentimen berwisata yang melemah terkait pengaruh lambatnya laju industri pertambangan di sana. Penurunan wisatawan asal Australia juga terjadi di Eropa yang mempengaruhi angka transit di Singapura. Sedangkan penurunan wisatawan dari Jepang dan Korea Selatan terutama di kuartal terakhir 2016 akibat berita merebaknya virus Zika di Singapura.

Editor: Yudho Raharjo

Top