NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Rieke Caroline, Mencari Konsultan Hukum yang Pro UKM

Rieke Caroline, Mencari Konsultan Hukum yang Pro UKM

Pengalaman masa kecil Rieke Caroline membawanya menjadi sarjana hukum. Kini ia membidani buatkontrak.com untuk melindungi bisnis Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia.

Marketplus.co.id – Sehari-hari, rumah berukuran besar di area Kemang Selatan itu tampak lengang dari luar. Di dalamnya, sejumlah anak muda tampak tekun menghadapi monitor komputer masing-masing. Ada juga yang memilih bekerja di luar ruangan, dekat halaman belakang dengan tembok yang berselimutkan tanaman rambat nan hijau.

Tak berapa lama Rieke Caroline tiba di rumah itu. Ia baru saja menembus kemacetan dari bilangan Kedoya, Kebun Jeruk, usai siaran di stasiun televisi Metro TV. Wajahnya sumringah, tak tampak lelah. Sarjana hukum itu memang bekerja sebagai penyiar berita, sejak 2009. Kata Rieke, ia mencintai keduanya – broadcasting dan hukum. Namun membidani buatkontrak.com ialah jawaban Rieke untuk berkontribusi lebih banyak kepada dunia luas, sesuai bidang ilmu yang ia punya.

“Saya masuk kuliah hukum karena punya pengalaman jelek saat saya masih SD,” ujarnya membuka cerita. 

Ayah Rieke punya usaha jual beli mobil bekas, dan sempat punya showroom sendiri. Suatu ketika, ia melakukan perjanjian dengan pihak lain yang masih keluarga. Atas dasar saling percaya, ayah Rieke menandatangani kontrak tersebut tanpa membaca lagi.

“Ayah saya tidak lulus SMA, cuma sampai kelas 2 SMA. Dia tidak terlalu bisa membaca surat perjanjian dengan baris yang mepet-mepet begitu,” kata Rieke.

Berselang dua hari, kontrak itu batal. Ayah Rieke yang kadung pesan barang ke sana ke mari, rugi besar. Dalam kontrak, salah satu klausul menyebutkan, perjanjian bisa dibatalkan sewaktu-waktu oleh pihak kedua. Bisnis ayah Rieke jatuh gara-gara kontrak yang dibuat menguntungkan salah satu pihak.

“Sejak itu, saya bilang sama diri saya dan keluarga, bahwa tidak boleh ada lagi satupun orang yang bisa bohongin kami hanya karena orang tua saya enggak ngerti hukum.” 

 

Rieke kecil sudah tahu cita-citanya: kuliah hukum. Rieke mendapatkan beasiswa untuk kuliah dan lulus dengan predikat magna cumlaude. Ia sempat bekerja di bagian legal Lippo Group sehingga memiliki pengetahuan lebih luas tentang praktik hukum. Pengalaman masa kecil membuat Rieke mampu ‘melahap’ lembar demi lembar kontrak legal. Ia suka sekali membuat kontrak, meninjau, dan merevisinya.

“Mungkin karena saya lihat ayah saya jatuh karena sebuah klausul yang powerfull banget. Jadi setiap melihat dokumen, saya selalu menempatkan diri di posisi dia.”  

Rieke bersama salah satu staf buatkontrak.com. (market+/Afriandi)

Buatkontrak.com

Sebagai sarjana hukum, Rieke sempat tertambat di dunia broadcasting sembari menjadi konsultan hukum secara freelance untuk orang-orang yang ia kenal. Sampai suatu hari ia mengobrol banyak dengan pengusaha muda Billy Boen. Perusahaan Billy cukup banyak tapi tak punya tenaga lawyer sendiri. Sempat menjabat posisi tinggi di perusahaan sebelumnya, membuat Billy percaya diri bahwa ia bisa mengurus kontrak sendiri. Hingga kemudian urusan bisnisnya nyangkut lantaran klausul dalam kontrak.  Sejak saat itu, Billy selalu menggunakan jasa lawyer freelance. Rieke termasuk salah satu yang dimintai tolong.

Dari situ muncul kesadaran.

Untuk menjadi besar, sebuah bisnis tak cuma membutuhkan tenaga sales dan marketing saja, tapi juga harus memiliki orang yang mengurus hukum. Sementara, rata-rata pelaku bisnis, utamanya UKM, berpikir bahwa jasa hukum kelewat mahal sehingga mereka mengerjakannya sendiri.  Umumnya pelaku bisnis tak hati-hati pada klausul terkait pajak dalam pembayaran, batas denda keterlambatan pembayaran, serta klausul kerja sama ekslusif yang bisa membatasi ruang gerak UKM.

Obrolan antara Rieke dan Billy berlanjut menjadi rencana bisnis. Lahirlah buatkontrak.com dibawah payung PT Teras Perjanjian Digital, dengan Rieke sebagai pendiri dan CEO-nya. Rieke berharap, kelak tak ada lagi UKM di Indonesia yang jatuh hanya karena tersangkut urusan kontrak. Dengan begitu, UKM bisa berkembang.

Beroperasi sejak Maret 2016, buatkontrak.com sudah melayani lebih dari 50 UKM, dengan masing-masing UKM rata-rata membuat hingga 10 kontrak.

 

Buatkontrak.com banyak bermitra dengan asosiasi ataupun komunitas, antara lain Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Indonesia (GKN), serta Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO).  “Kami juga mitra resmi Indosat Oreedo, karena mereka punya inkubator untuk startup. Dan banyak startup yang belum ngerti pentingnya dokumen hukum.”  

Lewat buatkontrak.com, seseorang seperti punya lawyer sendiri. Cukup membuat akun secara gratis, seseorang bisa memilih tipe kontrak yang dibutuhkan. Tersedia juga form isian untuk menjelaskan tujuan kontrak tersebut. “Tak ada template, semua customized. Anda bisa menulis kebutuhan kontrak dengan bahasa sehari-hari, nanti laywer kami yang akan mengkonstruksi bahasa hukumnya.”   

Yang menarik, layanan buatkontrak.com dibanderol dengan harga tetap. Serumit apapun kontraknya, biayanya Rp1 juta untuk bisnis UKM.  Rieke pada akhirnya tidak membatasi kontrak bisnis UKM saja. Pengguna buat kontrak.com bervariasi mulai dari pengusaha kelapa sawit hingga juragan kos yang ingin membuat kontrak lebih proper dengan para penghuni kos.

Konsultan Hukum pro UKM

Buatkontrak.com bisa disebut sebagai agensi konsultan hukum. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Rieke mesti memastikan jumlah pengacaranya cukup memadai. Di situ muncul tantangan baru sebab tak mudah mendapatkan pengacara bagus yang masih sempat ‘freelance’ untuk UKM.

Di awal-awal buatkontrak.com berdiri, Rieke banyak meminta dukungan dari teman-temannya sesama pengacara yang sudah bekerja di sejumlah firma besar. Jasa mereka rata-rata sudah mencapai USD150-200 per jam. Padahal untuk membuat kontrak, butuh sekitar 2-3 jam. “Makanya, saya bilang saya cari pengacara yang hatinya buat UKM,” kata Rieke.

Kini buatkontrak.com didukung 30 pengacara. Rieke punya PR untuk menambah menjadi 200 pengacara pada akhir tahun 2017. Menurut perhitungan, satu pengacara bisa membuat sekitar empat kontrak per hari, hingga 100 kontrak per bulan. Semakin banyak pengacara bergabung, akan semakin banyak UKM yang terlayani.

“Sudah banyak yang ingin bergabung,” ujarnya.

Tapi itu pun tak lantas menambah jumlah konsultan hukum buatkontrak.com bertambah cepat. Selain syarat pengalaman kerja minimal tiga tahun, calon pengacara buatkontrak.com juga harus lulus drafting tes untuk beragam kontrak, misalnya kontrak kerja dan kontrak investasi. Setelah lolos tahap tersebut, ada tahap wawancara dengan Rieke.

“Saya mau kualitas pengacara buatkontrak.com tak kalah dengan firma hukum besar.”

 

 

Editor: Yudho Raharjo

 

Nantikan artikel seputar hukum dan UMKM, ditulis eksklusif oleh Rieke Caroline untuk markeplus.co.id mulai Februari 2017.
Top