NAVIGATION

Program Bedah Kandang, Tingkatkan Profit Peternak Ayam

Program Bedah Kandang, Tingkatkan Profit Peternak Ayam

Perbaikan manajemen kandang tingkatkan profit bagi peternak.

Marketplus.co.id – PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk. (PT CPI) meluncurkan program Bedah Kandang sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya para peternak konvensional. Tahun 2017, PT CPI berkomitmen akan melakukan bedah 100 kandang.

Hal itu ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama antara Dinas Peternakan Jawa Barat dengan Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia, di Ruang Linggar Jati, Hotel Horizon , Bandung pada tanggal 17 Januari 2017.

“Kami berkomitmen kuat untuk turut membangun sektor peternakan Indonesia,” ujar  Santo Kadarusman, Public Relations & Marketing Event Manager PT CPI, melalui keterangan media, Selasa, 17 Januari 2017.

Saat ini, masih banyak peternak menggunakan kandang terbuka. Melalui program Bedah Kandang, PT CPI memberikan bantuan kepada peternak secara gratis berupa bimbingan teknis serta peralatan peternakan untuk mengoptimalkan fungsi kandang milik para peternak. Bantuan peralatan yang diberikan berupa tempat pakan, tempat minum otomatis, pemanas atau Gasolec yang digunakan saat masa pemeliharaan anak ayam, kipas dan  tirai.

“Berdasarkan pemantauan tim Technical Services di lapangan, masih banyak manajemen yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam ras pedaging,” ujar Wahyu Triwibowo, Head Customer Care & Technical Development PT CPI.

Banyak peternak menggunakan kayu bakar untuk menghangatkan kandang berisi anak ayam. Padahal, asap hasil pembakaran tersebut tidak baik bagi pertumbuhan anak ayam. “Jadi perlu diganti pemanas lain, misalnya Gasolec yang menggunakan gas,” ujar Wahyu.  

Kesalahan manajemen lain, misalnya terjadi pada ayam dewasa. Di usia itu, ayam membutuhkan suhu rendah atau dingin. Sedangkan banyak daerah di Indonesia bersuhu panas dan mati angin. Kondisi suhu tinggi bisa mengakibatkan heat stress, dan meningkatkan angka kematian.  

“Seharusnya diberi kipas untuk menurunkan suhu sehingga menurunkan angka kematian,” katanya.

Perbaikan manajemen, lanjut Wahyu, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dari peternakan tersebut. Untuk itu, tim Technial Services PT CPI akan mendampingi peternak peserta program Bedah Kandang. Mulai dari pemeliharaan DOC (anak ayam umur sehari) sampai siap panen. Pendampingan ini akan dilakukan selama dua periode pemeliharaan secara terus menerus.

“Setelah melewati masa pendampingan teknis, kami akan tetap memantau performa kandang setiap periode.”  

Umumnya kandang yang sudah menjalani program Bedah Kandang akan menunjukkan kenaikan Index Performance rata-rata 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Indeks tersebut menunjukkan nilai keberhasilan dalam pemeliharaan ayam broiler.

Sebagai gambaran, keberhasilan program ini dapat dilihat dari keuntungan per ekor ayam. Sebelum kandangnya dibedah, peternak di daerah Bogor hanya mendapat keuntungan Rp1500 – Rp 1800/ekor. Setelah menjalani program bedah kandang, hasil yang didapat saat itu Rp3000/ekor, naik secara signifikan .

PT CPI sendiri telah berdiri di Indonesia sejak 1972, dengan kegiatan usaha meliputi produksi dan perdagangan pakan ternak, pembibitan, peralatan peternakan dan pengelolaan daging ayam.

Editor: Sica Harum

Top