NAVIGATION

Citi Perkuat Wirausaha Mikro Lewat CMA 2017

Citi Perkuat Wirausaha Mikro Lewat CMA 2017

(ki-ka); Auza Djamil Hakim (Staf Ahli Direksi Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah), Elvera N. Makki (Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia),  Kusnodin (Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik CMA 2012), dan  Andi Ikhwan (Program Director of Agriculture & Financial Services Mercy Corps Indonesia), di sela-sela acara Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) yang berlangsung Selasa, 31 Januari 2017 di Jakarta.

Program ini sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SKNI) yang dicanangkan OJK.

Marketplus.co.id – Citi Indonesia melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan mitra pelaksana Mercy Corps Indonesia kembali menyelenggarakan kembali menggelar Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) 2017.
Program ini menjaring dan memberikan penghargaan bagi delapan wirausaha mikro terbaik serta akan memberikan satu penghargaan apresiasi bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terbaik yang memberikan layanan fasilitas keuangan dan program pendampingan di Indonesia.
“Program unggulan Citi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewirausahaan mikro dan microfinance dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan dan penguatan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia, di Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017.

Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki juga menambahkan, pilar program ini adalah inklusi keuangan, yang sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan, yaitu Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SKNI).

“Penghargaan diberikan bagi pengusaha mikro yang berupaya menyediakan kesejahteraan ekonomi berkesinambungan bagi keluarga dan komunitas sekitarnya,” ujar Elvera.

Dalam kompetisi tersebut, Citi memberi penghargaan bagi institusi microfinance yang telah menciptakan atau mengimplementasikan produk keuangan inovatif serta memberikan edukasi finansial yang terintegrasi dengan produk keuangan yang ditawarkan,” tutur Elvera.

Citi Microentrepreneurship Awards diluncurkan pada tahun 2005 sebagai salah satu program unggulan Citi yang didanai oleh Citi Foundation yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat dan telah dilaksanakan untuk ke-12 kalinya di lebih dari 30 negara termasuk Indonesia.

Secara global hingga kini, Citi telah melakukan investasi  senilai lebih dari USD18,2 juta bagi perkembangan jaringan institusi microfinance. Melalui program ini, sebesar USD9 juta telah diberikan kepada lebih dari 6,000 (enam ribu) pengusaha mikro berpenghasilan rendah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Diharapkan, kompetisi mampu  mendorong wirausahawan mikro Indonesia untuk sukses di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN melalui penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pendaftaran untuk mengikuti kompetisi berkelas dunia Citi Microentrepreneurship Awards telah dibuka hingga 14 Februari 2017. Hingga kini telah lebih dari 400 pendaftar dan kesempatan masih dibuka bagi individu pengusaha mikro berpenghasilan rendah. Para pendaftar kemudian akan diseleksi menjadi 50 semifinalis hingga kemudian terpilih 20 pengusaha mikro terbaik yang berhak menjadi finalis dan berpeluang menerima delapan penghargaan wirausaha mikro terbaik.

Penghargaan CMA 2017 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam lima kategori, yakni Green Microentrepreneur, Agriculture Microentrepreneur, Service Microentrepreneur, Fishery Microentrepreneur,  dan Creative Microentrepreneur.

Selain itu terdapat tiga penghargaan khusus yang akan diberikan, yaitu  Young Microentrepreneur, Microentrepreneur of the Year, dan Best Woman Microentrepreneur. Proses penjurian CMA  dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, yaitu dari kalangan akademisi, perbankan, media, pengusaha, serta pemerintah.

Adapun syarat untuk mengikuti kompetisi CMA ini adalah:

1. Pengusaha mikro yang merupakan nasabah atau anggota sebuah LKM
2. Warga Negara Indonesia dan telah berusia diatas 18 tahun
3. Telah menjalankan usahanya minimal selama 2 tahun
4. Usaha yang didaftarkan merupakan sumber pemasukan utama
5. Nilai aset usaha maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan)
6. Total penjualan atau omzet tahunan usaha tersebut maksimal Rp 300 juta, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008  tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Editor: Yudho Raharjo
Top