NAVIGATION

Awal Tahun, Performa Pasar Modal dan Uang Cenderung Baik

Awal Tahun, Performa Pasar Modal dan Uang Cenderung Baik

Ilustrasi. (Dok.Pexels)

Inflasi Indonesia tercatat tumbuh 3,02% YoY di tahun 2016 terendah sejak tahun 2010.

Marketplus.co.id – Ulasan pasar Danareksa Investement Management menyebutkan,  memasuki awal 2017, performa pasar modal dan uang cenderung baik.  Dari eksternal, The Fed merilis notulensi bulan Desember yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga masih akan bergantung pada data ekonomi dan diharapkan kenaikannya akan bertahap.

Berdasarkan hasil notulensi pertemuan pejabat The Fed pada bulan Desember 2016 itu, seluruh peserta rapat setuju bahwa ekonomi akan bergerak ke arah yang positif sebagai dampak atas kebijakan fiskal yang ekspansif. Mayoritas anggota menekankan bahwa peningkatan suku bunga akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Dok. Danareksa Investment Management

Data ketenagakerjaan naik 156.000 di bulan Desember 2016 (vs. estimasi sebesar 178.000). Penghasilan per jam di Amerika Serikat (AS) rata-rata naik 0,4%MoM ; 2,9%YoY.

Adapun Inflasi zona Eropa di bulan Desember 2016 tumbuh sebesar 1,1%YoY tertinggi sejak empat tahun terakhir.

IHSG Menguat

Dari Indonesia, inflasi tercatat tumbuh 3,02%YoY di tahun 2016 terendah sejak tahun 2010. Menurut BPS, kenaikan harga BBM non subsidi serta rencana pencabutan subsidi listrik akan berperan kecil terhadap inflasi masing-masing bekontribusi 0,01% & 0,05%.

Untuk pasar saham, IHSG ditutup menguat sebesar 0,95% ke level 5.347 di mana penguatan hampir terjadi di semua sektor. Asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar USD 27,1 juta di minggu pertama 2017 ini. Tahun ini DIM memproyeksikan penutupan IHSG di 2017 di level 5.750 – 6.000 berdasarkan asumsi pertumbuhan laba bersih di kisaran 20%.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun juga ditutup menguat ke level 7,56% dan penguatan juga terjadi di obligasi USD Indonesia (INDON 10 tahun) ke level 3,92%. Credit Default Swap (CDS) juga mengalami penurunan ke level 150 bps yang merefleksikan risiko Indonesia yang menurun. Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 5 Januari 2017 tercatat sebesar IDR  667,09 triliun atau sebesar 37,30% dari total outstanding-nya, sedikit meningkat dibandingkan posisi per tanggal  30 Desember 2016 yaitu sebesar IDR 665.81 triliun (37,55% dari total outstanding-nya).

“Dalam waktu dekat, kami masih melihat volatilitas dan ketidakpastian di jangka pendek menunggu dilantiknya Presiden baru AS Donald Trump dan program-program ekonominya,” demikian tertulis dalam ulasan pasar 9 Januari 2016, oleh Danareksa Investment Management.

Top