NAVIGATION

Aplikasi Parkiran, Solusi Keamanan Lahan Parkir

Aplikasi Parkiran, Solusi Keamanan Lahan Parkir

Akan diluncurkan Kamis, 26 Januari 2017.

 

Marketplus.co.id – Bisnis lahan parkir telah menjadi potret umum yang sudah menjamur hampir di seluruh penjuru wilayah Jakarta dan wilayah sub urban di sekelilingnya. Dapat dipastikan, di wilayah ibu kota, tak satu pun tempat yang gratis untuk menyandarkan kendaraan. Rata-rata pengelola parkir menggunakan sejumlah lahan tidur milik pribadi seperti halaman rumah hingga bangunan kosong yang berada di sekitarnya.

Bukan tanpa sebab lahan parkir liar itu justru ramai digunakan dibanding lahan parkir resmi yang ada di dalam gedung dan stasiun. Selain tarif yang lebih murah, tentu karena terbatasnya lahan pakir yang disediakan karena tak sebanding dengan jumlah kendaraan.

Keberadaan lahan parkir liar diakui sangat membantu sekaligus menjadi solusi kurangnya lahan parkir resmi. Warga hanya cukup membayar sesuai tarif lalu kemudian menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada pengelola lahan parkir. Kekhawatiran soal keamanan parkir pun menjadi nomor dua. Rata-rata para pengendara mempercayai pengelola yang memang tinggal di daerah itu. Namun asuransi tak mereka dapat dari retribusi yang dikeluarkan.

Melihat permasalahan ini, seorang enterprenur muda, Hatta Afkar, membuat sebuah aplikasi bernama Parkiran. Layanan online ini mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna lahan parker sekaligus menjadi solusi dari terbatasnya lahan parkir yang tersedia. Kenapa menjadi solusi? Karena dapat dipastikan mitra yang bergabung bersama aplikasi Parkiran menyediakan lahan pribadi mereka untuk dipakai parkir. Hal ini pun membuat mitra mendapatkan nilai tambah dari lahan tidur yang dimiliki.

Melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Senin, 23 Januari 2017, Hatta mengatakan dia mengamati saat pagi hari banyak orang yang parkir kendaraan di dekat terminal/stasiun dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum. Sementara di sekitar universitas menurutnya juga kesulitan untuk parkir karena lahannya terbatas.

Pada siang hari, Hatta melanjutkan di restaurant/mal juga harus mengantre untuk parkir. Lalu di malam hari, di pinggir jalan juga dipenuhi dengan dengan taxi online yang menunggu orderan. Hal seperti itu menurut Hatta yagn baru berusia 28 tahun justru akan menimbulkan masalah baru lagi karena dapat mengakibatkan kemacetan.

“Dan juga melanggar lalu lintas,” jelas Hatta.
Akhirnya, Hatta yang baru berusia 28 tahun membuat sebuah terobosan lewat aplikasi online yang dapat digunakan pengendara dengan mudah. Dia mengatakan memiliki pemahaman berbagi lahan parkir agar kita semua bisa tertib dan tidak lagi parkir dipinggir jalan.

Mulai Kamis, 26 Januari, 2017 mendatang, aplikasi Parkiran resmi diluncurkan dengan ratusan mitra yang sudah tergabung dan siap untuk menampung kendaraan Anda. Hatta mengatakan semua mitra kami tertarik dengan program yang kami miliki. Salah satunya memberikan asuransi terhadap kendaraan yang parkir.

Hatta mengatakan juga mengedukasi mereka untuk memberikan fasilitas tambahan seperti toilet, musala, warung makan, wifi gratis, cucian motor dan helm agar memiliki nilai tambah bagi calon pengguna jasa layanan parkir. Jadi, mitra yang mempunyai fasilitas, sementara Anda tinggal gunakan parkiran dan bisa one stop service sesuai dengan kebutuhan.

“Mitra kami boleh rumahan tapi bukan murahan,” katanya.

Dengan adanya asuransi, masalah keamanan dari kerusakan ataupun kehilangan sudah menjadi tanggung jawab pihak parkiran sepenuhnya. Jadi tidak usah khawatir apabila anda parkir di rumah atau lahan warga.

Editor: Yudho Raharjo

Top