NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

VuClip, Jawab Pembajakan dengan Kualitas Konten

VuClip, Jawab Pembajakan dengan Kualitas Konten

Bagaimana mobile entertainment menjawab tantangan pembajakan?

Marketplus.co.id – Industri mobile memang sedang panas-panasnya. Mulai dari game, e-commerce, musik, film, sampai perbankan, semuanya beramai-ramai menjejakkan kakinya di platform mobile. Salah satunya, Vuclip.

Vuclip merupakan perusahaan di balik layanan video-on-demand Viu, aplikasi Android penyedia layanan video on demand, yang resmi dirilis di Indonesia pada Mei 2016. Disebutkan perusahaan, masing-masing Viuers (panggilan untuk pengguna Viu) di Indonesia menghabiskan puluhan jam untuk menonton tayangan Viu.

Aplikasi hiburan gratis ini termasuk yang populer di Google Play Store Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah karena banyaknya konten Asia, terutama drama Korea.

Sejauh apa Vuclip memandang industri mobile entertainment di Indonesia? Bagaimana mengatasai permasalahan akut yang sudah mengakar di pasar Indonesia, yaitu industri hiburan dengan masalah pembajakan. Berikut perbincangan market+ dengan Nickhil Jakatdar, CEO Vuclip, di Jakarta.

Kenapa Anda beranggapan bahwa mobile entertainment adalah industri baru yang sangat menjanjikan?

Industri hiburan sebenarnya memang selalu populer dari waktu ke waktu, mulai dari bioskop sampai televisi. Namun, konsumen generasi sekarang ini menghabiskan sebagian besar waktunya mencari hiburan di perangkat mobile mereka.

Jadi, dengan kata lain, industri hiburan memang sudah selalu jadi industri yang bergairah namun industri mobile entertainment akan jadi gairah baru yang sangat menguntungkan di masa mendatang.

Selain soal mobilitasnya, apakah ada perbedaan yang mendasar lainnya antara mobile entertainment dengan industri hiburan yang lebih ‘tua’, seperti TV dan bioskop misalnya?

Pertama, ketika Anda sedang menonton TV, Anda akan memfokuskan perhatian untuk menonton. Namun, ketika Anda menonton di perangkat mobile, fokus Anda bisa berganti-ganti dalam seketika, misalnya ketika seseorang menelpon Anda.

Karena fokus yang tidak penuh tadi, maka dari itu, konten di mobile juga harus disesuaikan. Misalnya, video-video yang paling banyak ditonton di YouTube itu biasanya berdurasi antara 2-3 menit.

Kedua, jika Anda ingin menonton di perangkat mobile, Anda harus memiliki akses data ataupun Wi-Fi.

Ketiga, model bisnis. Pada home entertainment, hanya ada dua model, gratis dan berbayar. Sedangkan untuk mobile, model bisnis freemium juga bisa digunakan, selain dua model tersebut.

Berbicara soal Freemium, salah satu tantangan terbesarnya adalah menyeimbangkan kepentingan antara free user dan paying user. Apa strategi Anda untuk menyiasati tantangan tersebut?

Mungkin memang tidak ada satu formula yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, kuncinya ada di data dan perhitungan tentang skenario-skenario seperti apa yang mungkin terjadi.

Kita harus menguji skenario-skenario itu, secara terus menerus, untuk menemukan jawabannya. Dan jawaban itu pasti akan berbeda dari satu pasar dengan pasar yang lain, misalnya pasar Malaysia pasti akan berbeda dengan pasar Indonesia.

Jadi, kami pasti menyesuaikan harga dan kebijakan produk sesuai dengan pasarnya.

Terakhir, pasar Indonesia dikenal dengan maraknya pembajakan. Apakah strategi Anda untuk mengatasi tantangan tersebut?

Pendekatan kami adalah selalu tentang memberikan pengalaman yang terbaik untuk pengguna. Misalnya, film-film bajakan tidak memiliki tim yang memang didedikasikan untuk membuat subtitle. Film-film bajakan juga tidak memiliki standar kualitas, kadang Anda bisa dapat yang kualitas HD tapi kadang Anda bisa mendapatkan kualitas terendah.

Mungkin perusahaan lain menggunakan pendekatan lain, seperti jalur hukum, yang mungkin memang masuk akal. Namun prinsip dasar yang kami percayai dalam mengatasi masalah pembajakan adalah memberikan pengalaman menonton yang terbaik karena pada akhirnya pengguna pasti akan tahu mana pilihan yang lebih baik.

 

Penulis: Yabes Elia 
Editor: Sica Harum

Top