NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Articles | Event | Flash News | Uncategorized

Personal Branding and Leadership Workshop di #RoadToEFest2014

Survei: Kemampuan Berbahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Survei: Kemampuan Berbahasa Inggris Masyarakat Indonesia Masih Rendah

Ilustrasi percakapan dalam Bahasa Inggris {www.pexels.com}

Berada di posisi 32 dari 72 negara.

Marketplus.co.id – Education First (EF) mengumumkan hasil survei global ‘English Proficiency Index’ (EF EPI). Skor Indonesia adalah 52.91, berada di posisi ke-32 dari 72 negara yang disurvei secara global. EF EPI merupakan survei terbesar yang mengukur kemampuan Bahasa Inggris negara-negara di dunia dan dianggap sebagai patokan internasional untuk kemampuan Bahasa Inggris tingkat dewasa.

Hasil survei tahun ini menunjukan Singapura sebagai negara Asia dengan peringkat paling atas dalam hal kemampuan Bahasa Inggris, diikuti Malaysia dan Filipina masuk peringkat 15 besar. Di sisi lain, Indonesia meraih nilai yang lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga di kawasan, termasuk Vietnam yang berada di posisi ke-31 yang tergolong ‘level menengah’.

EF English Proficiency Index menghitung nilai rata-rata tingkat kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa menggunakan data dari dua tes bahasa Inggris EF yang berbeda. Tes pertama dapat diakses secara gratis di internet. Tes kedua adalah tes penempatan level yang digunakan oleh EF selama proses pendaftaran siswa baru untuk program bahasa Inggris.

Kedua tes itu meliputi tata bahasa, kosakata, membaca dan mendengarkan. Indeks hanya mempertimbangkan data dari negara yang setidaknya memiliki 400 peserta tes. Hasil tes dari negara dengan jumlah peserta kurang dari 100 orang pada salah satu dari kedua tes juga tidak diikutsertakan, tanpa melihat jumlah peserta tes.

Direktur Penelitian, Pendidikan dan Pengembangan di EF English First Global, Steve Crooks melalui siaran pers yang diterima Marketplus, Jumat 9 Desember 2016 mengemukakan “EF ‘English Proficiency Index’ telah lama digunakan oleh banyak negara sebagai standar penting untuk melihat kemampuan Bahasa Inggris.

“Di EF, kami melihat Indonesia sebagai pasar yang penting bagi kursus Bahasa Inggris kami,” katanya.

Sebagai negara yang terus berkembang, kata Steve meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan menjadi penting untuk menarik investasi asing, perusahaan multinasional dan menciptakan pekerjaan berbayar tinggi yang menjadi visi pemerintah Indonesia di masa depan melalui investasi bisnis.

“Dengan tingkat servis yang lebih baik,” ujarnya.

Editor: Yudho Raharjo

Top