NAVIGATION

Menyesuaikan Strategi Investasi dalam Menghadapi Gejolak Pasar

Menyesuaikan Strategi Investasi dalam Menghadapi Gejolak  Pasar

Oleh: Ka Jit, Head of Individual Costumer Solutions Bank OCBC NISP

 

Kilas balik 2016, beberapa major risk event  telah mendorong fluktuasi pasar. Dari pasar global, di pertengahan tahun, secara mengejutkan Inggris melalui referendum menyatakan keluar dari Uni Eropa, atau dikenal dengan Brexit. Namun sentimen negatif ini tidak berlangsung lama. Seminggu kemudian, pemerintah Indonesia menyetujui UU Tax Amnesty, yang langsung membawa pasar modal rally. Aliran modal asing pun mengucur deras.

Beberapa bulan kemudian, di penghujung tahun, negara adikuasa Amerika Serikat memilih Donald Trump, seorang pengusaha dan milyader yang tidak memiliki latar belakang politik, namun memiliki pandangan ekonomi proteksionisme. Terpilihnya Trump membuat kinerja pasar modal turun, dan aliran modal asing keluar dari negara berkembang karena kekhawatiran negara berkembang akan terimbas secara negatif cukup besar. Namun memasuki akhir tahun, sesuai dengan tema window dressing yang biasa digaungkan pada setiap akhir tahun, pasar modal kembali melaju.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai pelaku pasar? Simaklah tips berinvestasi berikut ini:

Diversifikasi

Pepatah never put all your eggs in one basket paling tepat untuk menggambarkan strategi ini. Sesuaikan instrumen investasi dengan tujuan dan profil risiko Anda dalam berinvestasi. Jangan sampai karena aset Anda menarik di instrumen lain. Melalui diversifikasi, baik potensi kerugian maupun keuntungan Anda dapat “terbagi”, karena tidak semua instrumen ataupun kelas aset bergerak ke arah yang sama.

Disiplin Berinvestasi

Terapkan prinsip dollar cost averaging atau pembelian investasi secara berkala di setiap kondisi pasar. Sehingga jenis investasi Anda dapat menjadi all weather investment.

Lump Sum vs Reguler

Nominal investasi tidak perlu terlalu besar, namun karena sifatnya bulanan, dapat diambil sebagian dari pendapatan bulanan yang disisihkan. Saat kondisi pasar mengalami penurunan yang cukup tinggi, Anda dapat melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih besar atau lump sum untuk mengambil kesempatan.

Horizon Investasi

Selama Anda memiliki horizon investasi yang cukup panjang, maka jangan khawatir bahwa investasi Anda merugi selamanya, dengan catatan baik instrumen ataupun institusi keuangannya tercatat transparan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kondisi pasar yang berpengaruh pada nilai investasi bisa dipastikan akan mengalami kenaikan dan penurunan, seperti siklus ekonomi. Horison investasi yang disarankan sebaiknya diatas lima tahun. Dengan demikian, Anda dapat menikmati semua siklus pasar dan menerapkan strategi investasi diatas.

Review Berkala

Pastikan Anda melakukan review investasi Anda secara berkala. Apakah instrumen dan tujuan investasi tetap sesuai, dan tidak ada salahnya walaupun Anda memiliki horison investasi jangka panjang, profit taking pun dapat dilakukan dengan tujuan mengambil kesempatan untuk kembali berinvestasi saat pasar turun.

Apapun tren investasi, pastikan Anda mengambil kesempatan dengan tetap memitigasi resiko. The trend is your friend. Selamat berinvestasi!

Editor: Yudho Raharjo

 

Top