NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Articles | Event | Flash News | Uncategorized

Personal Branding and Leadership Workshop di #RoadToEFest2014

Mengasuh Anak, Orang Tua pun Butuh Me Time

Mengasuh Anak, Orang Tua pun Butuh Me Time

Agar dapat mengelola emosi dengan sehat.

Marketplus.co.id – Menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak, butuh seni tersendiri. Mona Ratuliu, aktris cantik yang juga penulis buku ParenThink ini punya tips tersendiri.  Pada dasarnya, pola pikir orang tua dalam mendidik anak perlu diluruskan. “Apakah tujuannya agar anak-anak lebih baik,  atau agar orang tuanya bisa lebih santai karena terbantu anak-anak,”  ujarnya dalam diskusi bertajuk Women to Be, You are Special, di Senayan City Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2016.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Womanation ini, Mona membagi tiga tips pola asuh anak, yaitu:

  • Istirahatkan mental sebagai orang tua

Menurut Mona, salah satu tujuan mendidik anak adalah agar tumbuh menjadi dewasa. Untuk itu, orang tua harus memberi contoh cara bersikap dewasa. Salah satunya dengan mengelola emosi sehingga tidak mudah marah. Emosi dapat dikelola dengan baik melalui istirahat mental yang cukup. “Makanya orang tua butuh me time, butuh rekreasi hati.”

Rekreasi hati tak harus selalu berarti bepergian jauh, melainkan bisa dilakukan melalui beragam kegiatan di rumah,. Misalnya  membaca novel,  menonton televisi sendiri, hobi memasak, hingga merapikan ruangan dan perabotan rumah tangga. 

  • Melakukan barter dengan sang anak

Mona mendidik ketiga buah hatinya untuk tidak mudah mendapatkan apa yang diinginkan. Ia selalu menerapkan konsep barter kepada mereka. Misalnya, ketika sang anak ingin menonton televisi, maka Mona mensyaratkan anaknya harus mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) terlebih dahulu. Menurutnya, win win relationship itu perlu, agar orang tua dan anak mendapatkan hak yang sama.

Mona menerapkan konsep ini sejak anak kedua berusia 3 tahun. Hal tersebut dilakukan agar anak-anaknya tidak manja, dan memperjuangkan apa yang diinginkan. Baginya, membangkitkan jiwa berjuang dalam diri anak perlu diterapkan, karena segala hal apapun tidak instan begitu saja diperoleh.

Sutera Violessy, Avrist Trainer (kiri) bersama pasangan Mona Ratuliu dan Indra Brasco dalam acara Women to Be, You are Special, di Senayan City Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2016.
  • Mengecek perilaku emosi anak

Mona selalu mengontrol perilaku anak-anaknya. Menurutnya, ada dua kemungkinan ketika sang buah hati emosi. Pertama, itu menandakan bahwa anak sedang emosi. Kedua, ini menjadi strategi anak agar keinginannya dipenuhi.

Mona menjelaskan, naluri orang tua dipergunakan untuk membedakan keduanya. Apabila sang anak dalam keadaan emosi, maka Mona akan hadir di sampingnya. Ia tidak akan bertanya apa yang sedang dialami anaknya, melainkan mengajak bermain bersama. Mona akan membangun kedekatan emosional bersama anaknya. Nantinya, akan terasa sendiri bahwa sang anak benar-benar sedang emosi, baik itu emosi sedih, marah, atau gembira.

Tapi kalau itu strategi si anak agar keinginannya tercapai, maka orang tua harus mengabaikan. Sebab, jika dituruti maka anak akan belajar menggunakan emosinya untuk mendapatkan sesuatu. 

“Jangan terkecoh. Yang  penting, kita dengarkan dengan hati,” katanya.

 

Editor: Sica Harum

Top