NAVIGATION

Pusing dengan Kelakuan Milenial? Ini Kata Yoris Sebastian!

Pusing dengan Kelakuan Milenial? Ini Kata Yoris Sebastian!

41438
Generasi Langgas, buku terbaru Yoris Sebastian. Foto: Marketplus.co.id/M.Iqbal

“Generasi milenial Indonesia bisa menjadi generasi terbaik yang dimiliki negeri ini.” 

Marketplus.co.id – Yoris Sebastian, mewakili Generasi X, berbagi pandangan mengenai generasi milenial, dalam buku terbarunya, “Generasi Langgas” yang diluncurkan di Jakarta, (24/10).   Generasi langgas merupakan sebutan untuk generasi milenial, alias mereka yang lahir pada era 1980-2000. Dalam Bahasa Indonesia, langgas berarti orang yang bebas dan tak mau terikat pada sesuatu.  Yoris pernah menulis tentang generasi langgas di kolom creative junkie majalah Marketplus, setahun silam, menyambut Hari Sumpah Pemuda. 

Founder OMG Consulting ini sendiri termasuk kategori generasi X. Namun, perusahaan yang ia pimpin sering berurusan dengan generasi langgas, alias milenial. Gaya hidup para milenial yang berbeda, juga dirasakan Yoris.

Kalau Anda lahir sebelum tahun 1980-an, dan pernah berinteraksi dengan para milenial, mungkin Anda pernah geleng-geleng kepala, setidaknya satu kali.  Bisa jadi karena Anda menilai mereka seenaknya sendiri, tidak mau susah, atau tipe ‘not my job desk‘. Namun alih-alih mengkritik, Yoris lebih memilih untuk memahami milenial. “Saya percaya, generasi milenial ini bisa jadi generasi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Asal mereka mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, termasuk dari sesama milenial.”

 

Muhammad Faisal, Dilla Amran, dan Yoris Sebastian dalam peluncuran buku Generasi Langgas, di Jakarta (24/10).
Muhammad Faisal, Dilla Amran, dan Yoris Sebastian dalam peluncuran buku Generasi Langgas, di Jakarta (24/10). Foto: Marketplus.co.id/M.Iqbal

Dengan serius, Yoris memotret karakter dan kehidupan generasi langgas di Indonesia. Dalam proses penyusunan buku kedelapan-nya ini, Yoris  berkolaborasi dengan Founder Youth Laboratory Indonesia Muhammad Faisal, dan Dilla Amran dari OMG Creative Consulting. Yoris menyebutkan ia dan tim sempat kesulitan mengumpulkan data riset di kota-kota di Indonesia, antara lain Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali dan Makasar.  Secara intens mereka berhadapan dengan para milenial, dan mengikuti semua kegiatan mereka demi mendapatkan hasil yang akurat. “Milenial  itu generasi yang cepat,  bukan generasi instan. Siapa yang cepat menguasai teknologi dan digital, dia yang akan sukses.”

Dalam bab khusus, Yoris menggarisbawahi karakter milenial, antara lain karakter mereka yang cenderung dekat dengan keluarga, serta selalu terhubung satu sama lain. Jadi, jangan heran jika milenials sulit hidup tanpa media sosial.

Bisa dibilang, dalam buku setebal 193 halaman ini, Yoris berbagi pandangan untuk lebih mengerti para milenial dan bagaimana bisa berkolaborasi dengan mereka. Yoris juga berbagi inspirasi bagi pembaca milenial. Apalagi, kelak pada periode 2020-2030, Indonesia akan mengalami masa dimana generasi langgas menguasai 70% usia produktif. Bahkan dalam lingkup regional ASEAN, satu dari lima penduduk di 10 negara ASEAN merupakan milenial asal Indonesia.  Jika para milenial Indonesia berkualitas, maka Indonesia akan maju luar biasa. Sebaliknya, jika tidak, maka ‘bonus’ demografi itu akan berubah menjadi beban.

“Jadi, generasi langgas ini betul-betul aset Indonesia,” kata Yoris.

41444

41450
Cover Buku Generasi Langgas yang unik. Foto: Marketplus.co.id/M.Iqbal

 

Secara keseluruhan, buku ini tak cuma layak dibaca generasi X yang sering kebingungan dengan tingkah polah para milenial, tapi sangat cocok dibaca oleh generasi milenial itu sendiri. Cover buku didesain sangat pro-milenial, dengan membebaskan pembaca berkreasi membuat karakter utama pada cover buku, serta menghiasnya dengan sticker.  “Life is not about finding yourself. Life is about creating yourself,” tutup Yoris. **  

Top