NAVIGATION

Sandiaga Uno: Millennial Harus Punya Determinasi

sandionlen1
Mengecap sukses di usia muda tak membuat Sandiaga Uno berpuas diri. Foto: Rivan – Market+

JAKARTA – Sempat menganggur setelah perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut, hingga akhirnya sukses membangun puluhan perusahaan, kini pemilik nama Sandiaga Salahuddin Uno ini siap menjajal peruntungannya di dunia politik dengan mengusung demokrasi sejuk.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) ini lebih dulu mengecap manisnya sukses di usia muda. Peran penting dan posisi strategis di perusahaan yang dipimpinnya saat itu tak lekas membuat pria kelahiran Rumbai pada 28 Juni 1969 ini lekas puas. Terbukti, bisnisnya terus menggurita meliputi bidang pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi.

“Menjadi pengusaha harus berpikir panjang kedepan,”ujarnya. Pengalaman sebagai pengusaha sukses mendulang  banyak ilmu dan manfaat menjalin relasi dengan luas. Hal ini yang mendorong Sandiaga menyatakan diri untuk terjun menjajal politikdi Indonesia. Bersiap menjadi calon orang nomor satudi DKI Jakarta tidaklah mudah, bahkan kedua anaknya sempat menentang keputusan dirinya berpolitik.

“Dua anak saya awalnya tidak setuju,” pungkasnya tersenyum. Keputusan Sandiaga memiliki maksud untukmelakukan perubahan baru bagi DKI Jakarta ke arah yang lebih baik. “Saya percaya ini semua bagian dari rencana-Nya. Mudah-mudahan keterlibatan saya saat ini bisa menjadi lokomotif dari pemikiran baru di dunia politik dengan mengedepankan demokrasi yang sejuk, tuntas, dan ikhlas. Kita akan libatkan anak-anak muda nantinya,”ucap Sandiaga.

Tak pelak, keputusannya meninggalkan jabatan-jabatan strategis menimbulkan kekhawatiran merosotnya kinerja perusahaan. Sandiaga mengaku sudah tak lagi ikut campur dengan perusahaan yang pernah dipimpinnya sejak awal tahun lalu. “Saya khawatir perusahaan yang saya tinggalkan menurun. Alhamdulillah setelah saya tinggal justru kinerjanya semakin bagus. Saya berpikir mungkin saya terlambat meninggalkannya,” candanya santai.

sandionlen2
Sandiaga Uno ingin memberikan kontribusi bagi para pelaku UKM. Foto: Rivan – Market+

Istilah “Kacang Lupa Kulitnya” tak berlaku bagi Sandiaga. Meski mengawali kiprah sebagai wirausaha dan menjajal dunia politik, dirinya ingin memberikan kontribusi positif bagi para UKM di Jakarta, bahkan seluruh Indonesia melalui ilmu bisnis yang dimilikinya. Komitmen ini menjadi landasan dasar dirinya terjun ke dunia politik.

“Ketika masuk ke dunia politik, kita bisa memberi dampak akan arah kebijakan negara ini. Terutama kelas menengah kebawah, seperti pemberdayaan UMKM sehingga wirausaha itu bisa lahir dan dirasakan jutaan orang Indonesia. Itu yang membuat saya terpanggil,” ungkap Sandiaga saat berbincang dengan Market+.

Meski didukung  tokoh politik ternama, Prabowo, lulusan George Washington University, Amerika Serikat, itu mengaku perjalanan kariernya tak semulus yang dipikirkan banyak orang. Kultur yang berbeda antara dunia wirausaha dengan politik menjadi tantangan yang harus ia lewati. Salah satunya ialah dengan membuat perubahan positif terhadap kultur politik di Tanah Air.

Demi menghindari konflik kepentingan, Sandiaga pun rela melepaskan tampuk kepemimpinan di perusahaan-perusahaannya. Sedikitnya ada 18 posisi strategis yang ditinggalkannya demi mengejar kursi DKI 1. Majalah Forbes pernah memasukkan namanya kedalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar US$400 juta dan berada di peringkat 29.

Tercatat, Sandiaga hingga tahun 2015 menjabat sebagai CEO atau pimpinan di beberapa perusahaan besar, seperti Saratoga Capital, PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, PTAdaro Energy Tbk, serta di PT Recapital Advisor.

“Saya tidak ingin memiliki potensi yang lebih menguntungkan saya atau perusahaan. Namun, potensi itu harus condong pada kebutuhan masyarakat secara umum,” tegasnya.

Sandi pun menganalogikan dunia usaha dan politik bagai langit dan bumi, saling bertolak belakang. Menurutnya, ada tiga hal yang ia soroti mengenai iklim politik di Indonesia, janji, loyalitas, dan ketidakpastian. Namun sejak memutuskan terjun ke politik, Sandiaga siap menghadapi segala konsekuensi yang akan diterimanya. “Saya sudah menyerahkan posisi kepemimpinan kepada mereka yang lebih muda untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya.

Mendapat banyak dukungan untuk maju bertarung menjadi calon pemimpin DKI Jakarta, Sandiaga mengaku awalnya justru mendapat banyak tentangan dari berbagai pihak tak terkecuali keluarga. Keputusannya ke dunia politik mengundang tanda tanya dari rekan-rekan bisnisnya. Namun, sang istri dan ibunda yangmemantapkan Sandiaga untukmenjalankan apa yang sudah dipilihnya.

“Dari sekitar saya, ada resistensi. Teman-teman mempertanyakan kenapa masukpolitik, termasuk anak-anak saya. Yang mendorong itu orang yang paling dekat dengan saya, yaitu istri dan ibu saya,” ujar Sandiaga. Sandiaga menegaskan apa yang diperjuangkannya bukan untuk mengejar kekuasaan. Mengingat pesan dari sang ibunda, alasannya berpolitik bukan untuk memperluas jaringan bisnis. Ia fokus untuk membantu rakyat kecil dan menyebarkan semangat positif bagi masyarakat Indonesia.

“Ibu saya selalu bilang apa niatnya. Kalau untuk mencari kekuasaan, memperkuat jaring bisnis, dan ada kepentingan di belakangnya, ibu tidak setuju,” tandasnya.

Mengingat setahun terakhir ini dirinya mulai turun kemasyarakat, pria yang memiliki hobi bermain basket ini merasakan kesulitan mengemban tugas sebagai seorang politisi. Banyak hal yang belum ia ketahui mengenai politik. “Adaptasinya cukup panjang dan cukup melelahkan, tapi saya percaya kalau kita niatnya tulus dan iklhas memberikan terbaikdi mana kita berada dampaknya akan positif,”ungkap Sandiaga.

Perbedaan kultur di dunia politik dan dunia bisnis menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya. Hambatan-hambatan tersebut justru membuat Sandiaga ingin mengubah kultur politik di Tanah Air agar semakin positif. Sandiaga menilai kesempatan berbisnis saat ini justru jauh lebih mudah dibanding berpolitik, khususnya bagi para kaum millennial.

“Zaman sekarang semua terasa lebih mudah bagi kalangan millennial, dibutuhkan determinasi untuk para kaummuda-mudi,” tegasnya. “Sangat sulit, karena di politik banyak hal yang sangat baru, tapi dari segi ekosistem dan perilaku jauh sekali. Ini tantanganbagi saya bagaimana mengubah ekosistem yang lebih positif,” jelasnya.

sandionlen3
Keberanian dan optimisme jadi kunci sukses Sandiaga Uno. Foto: Rivan – Market+

Sandi semula adalah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada1990, Sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra, William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Sandi kemudian sempat bekerja di sebuah perusahaan migas di Kanada. Dia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. Selain memimpin beberapa perusahaan, Sandiaga juga aktif dalambeberapaorganisasi. Pada periode 2005 hingga2008, Sandiaga sempat menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang beranggotakan lebih dari 30 ribu pengusaha.

Selain menjadi Ketua UmumHIPMI, Sandiaga juga sempat menjadi Wakil Ketua Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Kecintaannya pada dunia bisnis dan ekonomi ini juga mengantarkan Sandiaga untuk menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN). Pengalaman dan Kesuksesan dalam bisnis yang dilakoni Sandiaga membuat dirinya pada sebuah penghargaan Indonesian Entrepreneur of theYear pada ajang Enterprise Asia. Pada 2008, Sandiaga juga mewakili Indonesia dalam sebuah program kegiatan bernama Asia21.

Sandi Uno meyakini bahwa keberanian dan optimisme dalam memandang masa depan menjadi kunci pembuka jalan untukmeraih kesuksesan. Sandi Uno menyatakan bahwa salah satu strategi penting dalam meraih keberhasilan ialah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih kesuksesan.

 

Fotografer: Rivan K. Fazry

Fashion Stylish: Dhika Suryo

Top