NAVIGATION

Golden Gate Ventures Tutup Pool Pendanaan Senilai US$60 Juta Untuk Asia Tenggara

GGV dapatkan oversubscribe sebagai tanda tingginya minat investor global pada startup Asia Tenggara.

money-3840x2160-003

Marketplus.co.id – Venture Capital yang berbasis di Singapura, Golden Gate Ventures mengumumkan penutupan akhir untuk dana tahap awal keduanya. Nilai akhir adalah sebesar USD$60 juta dengan sejumlah investor yang berasal dari Asia, Eropa dan Timur Tengah. Sebelumnya pada awal Juli 2015, GGV menargetkan USD$50 juta, namun akhirnya GGV mendapatkan kelebihan (oversubscribe) sebesar USD$10 juta yang menunjukkan tingginya minat investor global untuk menanamkan dana pada startup Asia Tenggara.

Meskipun kesulitan yang dirasakan di China mempengaruhi sentimen investor di dalam negeri, investasi di kawasan Asia Tenggara masih menunjukkan pertumbuhan di atas rata-rata. GGV mencatat dana sekitar $1,7 miliar yang masuk ke startup Asia Tenggara pada periode Januari-Mei 2016. Wilayah ini telah memunculkan kelompok “unicorns”, yaitu perusahaan-perusahaan dengan valuasi swasta sebesar lebih dari US$1 juta, seperti perusahaan gaming berbasis di Singapura, Garena; platform transportasi, Grab; dan raksasa e-commerce dari Rocket Internet, Lazada.

vc-gd

Gambar: Investasi Modal Ventura di Asia Tenggara dari Januari-Mei 2016 (dalam juta dolar)

Tidak seperti negara-negara maju, penetrasi internet di Asia Tenggara lebih banyak dipicu oleh adopsi smartphone dan karena itu, perusahaan rintisan awal di wilayah ini harus berpikir mobilefirst. Vinnie Lauria, Managing Partner Golden Gate Ventures mengatakan “Saat Anda membandingkan marketplace seperti Craigslist, Ebay ataupun Alibaba, terdapat perbedaan yang mencolok antara antarmuka pada desktop dan marketplace mobilefirst dari Asia Tenggara, Carousell.”

Dari keseluruhan dana yang diperoleh GGV,  sebesar $1,1 miliar dikucurkan ke startup yang berbasis di Singapura. Sedang perusahaan rintisan Indonesia menduduki posisi ketiga, setelah Malaysia, dengan nilai total perolehan investasi mencapai $233 juta (Rp3,1 triliun). Sejumlah startup yang berbasis di Indonesia dan memperoleh pendanaan dari GGV adalah Traveloka dan Tokopedia yang memperoleh investasi mencapai $1 juta.

Campur tangan pemerintahan di wilayah ini turut andil pada perkembangan industri teknologi. Negara-negara seperti, Singapura, Malaysia dan Indonesia telah secara aktif mempromosikan berbagai program dan insetif untuk membina pengusaha dan startup. Misalnya saat ini pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah aktif untuk mendorong kewirausahaan melalui pemberian pinjaman bagi UKM dengan bunga rendah dan berjanji untuk mengumpulkan US$1 miliar demi membiayai para perusahaan rintisan awal teknologi.

 

Top