NAVIGATION

Weekly Review Edisi 14 Maret 2016

Weekly Review Edisi 14 Maret 2016

Berikut adalah ulasan mingguan edisi 14 Maret 2016.

Marketplus.co.id – Zona Amerika: Mengacu pada hasil survei 45 ekonom yang dilakukan oleh Bloomberg, 55% ekonom meyakini bahwa the Fed pada pertemuan tanggal 15-16 Maret akan mengatakan hal yang sama seperti pada pertemuan bulan Januari, yaitu akan tetap berfokus pada faktor ekonomi global dan perkembangan pasar finansial serta dampaknya pada perekonomian AS dan target inflasi. Sekitar 42% ekonom meyakini bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan pada pertemuan the Fed di bulan Juni 2016 dengan penetapan upper bound fund rate di level 0.75% (vs saat ini 0.5%).

Zona Eropa: ECB telah memutuskan untuk memberikan stimulus tambahan (melebihi ekspektasi investor) Amerika Serikat : US consumer sentiment index di Agustus hanya berada di level 92.0 di bawah ekspektasi agar perekonomian UE dapat bergerak ke target yang telah ditetapkan. Adapun program stimulus yang 93.5. Penurunan harapan prospek ekonomi disebabkan oleh beberapa hal antara lain kemungkinan ditetapkan adalah tingkat suku bunga utama dipangkas 5 bps poin menjadi 0% (efektif per 16 Mar-16), suku kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, devaluasi mata uang China, dan pelemahan ekonomi bunga deposito akan diturunkan sebesar 10 bps poin menjadi -0.4% (efektif per 16 Mar-16), pembelian global.

Bulanan atas asset menjadi $87 miliar (efektif April), pembelian obligasi korporasi (kategori investment Dengan adanya devaluasi mata uang Yuan, kenaikan Fed Fund Rate kemungkinan akan mundur ke bulan grade; diterbitkan oleh korporasi non-bank; pembelian akan dilakukan mulai semester ke II tahun ini), dan Desember. Hal ini juga terlihat dari penurunan keyakinan investor akan kenaikan suku bunga US di bulan target operasi refinancing jangka panjang dengan waktu jatuh tempo masing-masing 4 tahun (pinjaman bisa September walaupun indikator ekonomi US sudah mendukung kenaikan tersebut. mendapatkan suku bunga serendah-rendahnya setara pada tingkat bunga pada fasilitas deposito pada bulan Juni 2016). Pada pertemuan ini ECB juga memberikan outlook yang baru atas perekonomian dan inflasi Zona Euro di tahun 2016 masing-masing sebesar 1.4% dan 0.1%.

Zona Asia Timur: Inflasi Tiongkok di bulan Februari meningkat sebesar 2.3%YoY tertinggi sejak pertengahan tahun 2014. Penggerak inflasi ini adalah adanya kenaikan harga makanan di Tiongkok sebesar 7.3%. Namun, level inflasi ini masih di bawah target pemerintah yaitu sebesar 3% di tahun 2016, dan analis memprediksi bahwa di bulan mendatang inflasi cenderung tumbuh secara moderat.

Zona Indonesia: Cadangan devisa per Februari 2016 mencapai USD104.5 miliar atau naik 2.34%MoM. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penerimaan devisa negara, penarikan pinjaman pemerintah, dan hasil lelang surat berharga BI berdenominasi valas.

Data-data yang akan dirilis pada minggu ini adalah Neraca perdagangan di bulan Februari yang diestimasi akan mengalami surplus sebesar USD166 juta (tanggal 15 Maret 2016). Selain itu, penetapan tingkat suku bunga BI (tanggal 17 Maret 2016) berdasarkan survei ekonom memprediksi bahwa BI akan tetap mempertahankan suku bunganya berada di level 7%.

Market View: Di tengah minimnya katalis di pasar domestik dan perkembangan global yang tidak lebih baik,IHSG ditutup melemah 0.76%WoW ke level 4.814. Sektor penopang terutama datang dari perkebunan dan pertambangan yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 6.04% dan 3.29%. Untuk sektor pertambangan, sentimen positif terutama didorong oleh kenaikan harga minyak dunia walaupun tidak ada perubahan yang signifikan pada sisi fundamental perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Yang kita cermati juga adalah sektor konsumsi yang mengalami penurunan yang besar yaitu -4.5%WoW, yang murni ditenggarai aksi-profit taking mengingat kenaikan yang sangat signifikan sejak awal tahun. Seminggu terakhir ini, arus dana asing yang keluar ke pasar saham mencapai USD 1.7 juta.

Setali tiga uang, yield benchmark SUN 10 tahun mengalami penurunan di mana yield berada pada level 7.77%. Akan tetapi, yang perlu diingat juga bahwa SUN menjadi primadona sejak awal tahun yang didorong oleh negative interest rate di negara maju, ekspektasi suku bunga yang turun dan juga, peraturan OJK mengenai minimal kepemilikan SUN untuk dana pensiun, asuransi, dan BPJS. Apresiasi mata uang Rupiah dan ekspektasi penurunan suku bunga BI pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) minggu ini akan menjadi katalis domestik yang kuat untuk pasar. Dari sisi global, keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menambah stimulus dan memangkas suku bunga-nya diharapkan dapat memicu semakin derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi domestik.

Untuk yield INDON 10 tahun (INDON 26) bergerak sedikit naik ke level 4.26% sedangkan yield US treasury 10 tahun naik ke level 1.933% (dibandingkan dengan posisi per 4 Maret 2016 yaitu 1.823%).
Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 10 Maret 2016 tercatat sebesar Rp596.77 Triliun atau sebesar 38.61% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 4 Maret 2016 yaitu sebesar Rp590.12 triliun (38.74% dari total outstanding-nya). Nilai tukar rupiah menguat 0.11% wow ke level 13,075.

Katalis untuk pasar uang dan modal minggu ini terutama datang dari kebijakan suku bunga BI pada RDG minggu ini. Di samping itu, hasil laporan keuangan kuartal IV yang harus dirilis sebelum akhir bulan Maret juga akan menjadi faktor pergerakan indeks ke depan.

 

“Anyone who is not investing now, is missing a tremendous opportunity” -Carlos Slim

 

Selamat berinvestasi!

Screen Shot 2016-03-15 at 11.02.57 AM

 

Top