NAVIGATION

Senayan City Beraksi Menjaga Bumi

Senayan City Beraksi Menjaga Bumi

Senayan City kembali berpartisipasi dalam Global Campaign Earth Hour, yang jatuh pada 19 Maret.

Marketplus.co.id – Senayan City kembali berpartisipasi dalam Global Campaign Earth Hour yang jatuh pada 19 Maret. Earth Hour merupakan aksi global menjaga kelestarian bumi dengan cara memadamkan lampu selama satu jam mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Campaign Senayan City untuk mendukung Earth Hour ini sudah dilakukan sejak awal Maret lalu dengan memberikan edukasi mengenai kepedulian lingkungan melalui sosial media dan membagikan Eco Bag kepada para pengunjung sejak 14 Maret.

Pada saat Lights Off, seremoni secara bersamaan juga dinyalakan lilin secara serentak oleh Halina (Direktur Marketing Senayan City), Didi Budiardjo (Designer Indonesia, Bracelet of Hope dan Ikatan Diet Kantong Plastik), dan beberapa artis pendukung pada Instalasi Earth Hour di Ground Floor Senayan City pada Sabtu (19/3).sency earth hour1

CEO Senayan City, Veri Y. Setiady mengatakan. “Senayan City secara konsisten mendukung berbagai campaign mengenai kepedulian lingkungan. Dalam Earth Hour Global Campaign kali ini, Senayan City mengajak para pengunjungnya untuk mulai mengurangi penggunaan kantung plastik pada saat berbelanja. Oleh karena itu Senayan City melakukan aksi membagikan Eco Bag kepada pengunjung yang kedapatan membawa kantung plastik. Pembagian Eco Bag ini juga sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam mengurangi kantong plastik”.

Pemadaman dilakukan di beberapa titik di luar gedung, lampu taman Terrace Lagoon, Crystal Lagoon dan Giant LED. Pemadaman di area dalam meliputi koridor mal lantai LG – 6, koridor promenade, Touch Point, LED TV Surface, LED TV Main Lift, LED TV dan lampu shop front dari tenant dan berbagai titik lainnya.

Didi Budiardjo sebagai salah satu designer ternama Indonesia mempersembahkan karya bagi Senayan City dalam rangka global campaign Earth Hour. Sebuah instalasi Penjor di area Ground Floor Senayan City menyambut para pengunjungnya dari 14-20 Maret. Adapun pemasangan Penjor memiliki makna persembahan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penjor merupakan representasi naga bernama Ananthaboga dan Basuki. Apabila kita bayangkan Penjor, bentuknya menyerupai naga. Dasar bambu merupakan badan dan diujungnya menyerupai ekornya. Ananthaboga melambangkan tanah dan Basuki melambangkan keselamatan. Penjor menjadi simbol kemakmuran dan penanda berlangsungnya acara-acara penting serta menjadi penanda hormat umat manusia kepada bumi, yang telah memberikan demikian banyak hal yang telah dinikmati bersama. Semoga Penjor ini dapat menjadi penanda komitmen bagi semua untuk lebih mencintai bumi ini.

Selain instalasi Penjor, juga ditampilkan Balinese Contemporary Dance yang akan parade dari lantai 6 hingga lantai Ground. Eco Bag yang dibagikan kepada para pengunjung secara cuma-cuma ini dibuat secara khusus menyambut earth hour dan menggunakan design ilustrasi dari Monica Hapsari. Eco Bag ini dibuat menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali sehingga dapat mengurangi sampah plastik. (*/Ags)

Top