NAVIGATION

Berkenalan dengan Generasi Langgas

Berkenalan dengan Generasi Langgas

Generasi langgas akan menjadi demografi terbesar di tahun 2020.

Menyambut Sumpah Pemuda saya memperkenalkan istilah baru untuk generasi millennials Indonesia Generasi yang lahir di tahun 1980 hingga 2000 ini akan menjadi demografi terbesar di tahun 2020.

Delapan tahun terakhir, dalam berbagai proyek yang ditangani oleh OMG Consulting kerap bersinggungan dengan generasi langgas. Demikian pula 14 tahun tahun bersama Hard Rock Café, MTV maupun Idol program, saya tidak pernah jauh dari generasi yang juga disebut dengan Generation Y ini. Maka tahun ini kami bekerjasama dengan Youthlab membuat riset di 5 kota untuk tahu lebih dalam lagi soal generasi ini yang tentunya sedikit berbeda dengan generasi milenial di Barat.

Langgas, karena generasi ini berada di era yang sangat bebas. Mereka masuk pada era bebas memilih apa saja, misalnya kuliah dan pekerjaan, mengundurkan diri dari pekerjaan apabila bertentangan dengan prinsip-prinsip pribadinya.

Hal yang saya suka dari generasi langgas ini adalah mereka melihat persoalan di negeri ini sebagai tantangan. Bahkan pada saat riset, menemukan beberapa anak yang sebenarnya sudah mapan di luar negeri namun memilih untuk kembali ke Tanah Air untuk membuat sebuah perbaikan.

Pemilihan kata langgas pun di kantor saya melalui proses iteration dimana saya tidak memberikan usulan nama sama sekali. Kata langgas diusulkan oleh seorang karyawati dari generasi milineal yang belum setahun bergabung. Saya hanya sebagai pemimpin yang memilih ratusan usulan yang masuk.

Dalam hampir 70% pekerjaan OMG Consulting saat ini, saya memang berikan ‘kebebasan’ untuk para milenial berkreasi. Saya hanya masuk apabila mereka tidak memiliki ide yang cukup kuat untuk diberikan pada klien. Saya memilih untuk tidak lagi memberikan ide di awal, sehingga mereka  bersaing dengan generasi mereka sendiri dalam mengusulkan ide.

Kepercayaan diri mereka akan naik, pada saat ide mereka terpilih dan bahkan dijalankan. Bayangkan kalau untuk penamaan generasi mereka sendiri saja, masih perlu Yoris Sebastian dari generation X yang harus memberi nama?

Secara ego, saya tentunya ingin dikenang sebagai yang memberi nama sebuah generasi. Namun kalau itu saya lakukan, generasi di bawah saya tidak akan pernah maju, apalagi memimpin negeri ini memasuki generasi Indonesia Emas.

Untuk generasi langgas yang belum bebas memberikan ide di perusahaannya, ayo bekerja sedikit lebih keras dan kreatif untuk mulai mendapatkan “kebebasan” tersebut. Kalau saya tidak sukses dengan I Like Monday program, mungkin saya tidak pernah mendapatkan “kebebasan” untuk menciptakan berbagai program kreatif ke depannya.

 

Top