NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Weekly Review : Danareksa Investment Management

Weekly Review : Danareksa Investment Management

Manajemen investasi Danareksa menjadi topik ulasan mingguan kali ini.

Marketplus.co.id – Amerika Serikat : Pertemuan FOMC tanggal 27-28 Oktober memutuskan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga karena beberapa indikator ekonomi, seperti inflasi yang masih di bawah target serta menurunnya nilai ekspor sebagai dampak penguatan mata uang USD. The Fed akan melakukan pertemuan kembali di bulan Desember, dan bila data ekonomi menunjukkan perbaikan, tidak menutup kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga di bulan Desember.

Pertumbuhan PDB di 3Q tumbuh 1.5% lebih rendah dibandingkan estimasi sebesar 1.6%. Belanja konsumen hanya tumbuh sebesar 3.2% vs 3.6% di 2Q. Pertumbuhan ekonomi di 3Q tumbuh di bawah estimasi karena adanya penurunan inventory terendah sejak 2014 (hanya mencatat akumulasi sebesar USD 56.8 miliar, mengalami penurunan sebesar USD113.5 miliar dari periode April –Juni).

Zona Asia Timur: Bank sentral Jepang tidak melakukan perubahan atas kebijakan moneternya. Dengan kondisi sekarang, bank sentral masih meyakini inflasi dapat mencapai 2%, diperkuat oleh masih tingginya laba perusahaan serta masih ketatnya pasar ketenagakerjaan.

grafik

Indonesia: Badan anggaran DPR menyetujui rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2016, asumsi pendapatan negara dan hibah dalam APBN 2016 sebesar Rp 1.822,2 Triliun, terdiri dari penerimaan pajak Rp 1.546,65 Triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 273.84 Miliar dan penerimaan hibah Rp 2.031 Triliun. Sedangkan belanja negara senilai Rp 2.095 Triliun yang terdiri dari anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.328 Triliun dan anggaran transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 770 Triliun. Asumsi makro ekonomi adalah inflasi sebesar 4.7%, nilai tukar Rp 13.900 per USD, dan ekonomi tumbuh sebesar 5.3%.

BI memprediksi deflasi di bulan Oktober sebesar 0.09% lebih tinggi dibandingkan bulan September. Deflasi ini terjadi karena adanya deflasi harga daging ayam, bawang merah, serta adanya penundaan penyesuaian tarif tenaga listrik dan diskon 30% tarif tenaga listrik pada industri. Selain data inflasi yang dirilis pada tanggal 2 November, pada tanggal 5 November akan dirilis data PDB. Konsensus mengestimasi PDB 3Q akan mengalami kenaikan sebesar 4.8%.

Market View : Setelah kenaikan sebesar 2.9% di minggu sebelumnya, IHSG mengalami konsolidasi dengan penurunan sebesar 4.3%wow pada pekan lalu, tertinggi di ASEAN. Laporan keuangan 3Q emiten yang di bawah ekspektasi, terutama perusahaan-perusahaan besar seperti Astra International dan Bank Mandiri memberikan sentiment negatif pada pasar saham. Selain itu, hasil FOMC meeting yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember menyebabkan pelemahan mata uang Rupiah, yang berdampak negatif pada pasar modal Indonesia. Nilai tukar rupiah sedikit melemah dan berada di level 13,684 dibanding minggu lalu (-0.5%wow).

Berdasarkan performa IHSG, sektor industri dasar (semen) mengalami penurunan yang signifikan sebesar -7.8%, sektor perkebunan mengalami pelemahan yang paling sedikit yaitu sebesar 2.06% karena ditopang oleh kenaikan harga komoditas CPO.

Untuk pasar saham, seminggu terakhir ini, arus dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai
USD575 juta. Sedangkan untuk pasar obligasi, kepemilikan asing pada pasar SUN cenderung flat dibandingkan akhir minggu lalu, dan tercatat sebesar IDR 527.7tn atau sebesar 37.0% dari total outstanding-nya.

Pada pasar SUN, imbal hasil (yield) cenderung naik seiring pelemahan mata uang IDR. Pada tanggal 29 Oktober 2015, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0069), 10 tahun (FR0070), 15 (FR0071), 20 (FR0068) tahun tercatat pada 8.65%, 8.81%, 9.08%, dan 9.13%. Di samping itu, untuk obligasi internasional pemerintah (INDON 10 tahun), yield juga mengalami kenaikan ke level 4.41% sejalan dengan angka CDS yang naik ke level 223 (+4.08%wow)

Untuk minggu ini, pasar akan menunggu data pertumbuhan PDB 3Q yang diprediksi akan tumbuh 4.8%yoy. Sementara itu, dengan terjadinya konsolidasi pada pasar saham, valuasi Indonesia kembali berada di sekitar 13.4x P/E untuk tahun 2016F vs. rata-rata selama 10 tahun terakhir sebesar 14x.

market data

Source : www.danareksa.com

Top