NAVIGATION

Yasha Chatab: Branding Kuliner Ala-ala

Yasha Chatab: Branding Kuliner Ala-ala

Yasha Chatab menganalisa branding kuliner ala-ala.

Marketplus.co.id – Branding dalam dunia kuliner sudah ada sejak jaman orang belum mengenal istilah “branding”. Seafood 99. Siomay Asli Bandung. Pempek Asli Palembang. Martabak Asli Bangka.

Penggunaan kata “Asli” dalam nama restoran, kedai, maupun angkringan, bertujuan untuk mengomunikasikan bahwa makanan di tempat tersebut adalah “orisinal”. Sifatnya yang orisinal tersebut mengingatkan konsumen bahwa makanan tersebut adalah yang sudah lama dirintis, maka dari itu “dijamin enak”.

Bayangkan apabila sebuah warung makan tradisional tergusur dia akan menambahkan kata-kata seperti “pindahan dari jembatan anu” atau “ex-Roxy” pada spanduk atau signage (petunjuk) apapun yang mereka gunakan. Sistem penamaan pada signage yang tidak kekinian, tapi efektif juga untuk konteks ini.

Namun, nilai autentik suatu destinasi kuliner sangat tergantung pada kualitas makanan, bahan yang digunakan, bumbu, rasa, dan experience nya. Ada seorang teman yang sangat picky dalam memilih martabak manis di daerah Benhil. Walaupun banyak penjual martabak manis di Jalan Bendungan Hilir, dia hanya mau membeli martabak manis yang ada tulisan “Bangka” dan yang penjualnya orang Bangka (dengan logat Bangka yang masih kental). Prinsip sang teman adalah: banyak penjual martabak di Benhil aslinya adalah penjual martabak telor/asin, namun mereka bukan ahlinya martabak manis Bangka. Walaupun teman ini belum pernah ke Pulau Bangka, ia sangat percaya bahwa yang enak dan “jaminan mutu” adalah martabak manis Bangka. Menurutnya, penjual martabak manis lainnya hanyalah “wannabe”.

Di keseharian kita sekarang ini banyak sekali kuliner ala-ala. Bukan yang orisinal. Sangat mudah mencari referensi di internet, maupun meniru yang sudah ada di pasaran. Konsumen yang makin pintar akan lebih cakap dalam memilih, sehingga yang KW akan sulit bertahan. Kecuali si kuliner KW berevolusi dan membuat suatu inovasi baru. Kuliner fusion. Why not!

Yasha Chatab
Group Business Development Director
WIR Group Indonesia
@MrYasha

Top