NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

SAS Mengungkapkan Fakta Big Data

SAS Mengungkapkan Fakta Big Data

Bekerjasama dengan Intel Indonesia dan MapR, SAS ingin berdayakan solusi big data bagi berbagai jenis lembaga pemerintahan.

Marketplus.co.id – Di era yang sangat dipengaruhi oleh data seperti hari ini, big data yang membentuk pembuatan kebijakan akan terus meningkat jumlah dan jenisnya. Pada tahun 2012, jumlah data dan informasi yang dihasilkan dan direplikasi melebihi 2,8 zettabyte (2,8 triliun gigabyte) dengan pertumbuhan 9 kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun.

Angka yang tinggi ini akan terus meningkat dan diperkirakan akan tumbuh 50 kali lipat pada tahun 2020. Dari aspek bisnis, nilai pasar global big data juga diprediksi akan mencapai 53,4 milyar US Dollar pada tahun 2017, seperti yang diungkapkan oleh Wikibon dalam laporan Big Data Market Forecast 2012-2017. Di samping itu, lembaga riset Gartner juga memperkirakan penggunaan big data analytics akan meningkat 70% pada tahun 2020, seiring dengan munculnya kesadaran akan pentingnya pemanfaatan analytics di berbagai fungsi bisnis.

“Teknologi Big Data yang berkembang membuat pasar komersial akan semakin cepat bertumbuh dan bersaing seiring berjalannya waktu. Semakin banyak data yang dimiliki, semakin banyak potensi yang dapat diolah dan dikelola institusi manapun, jika mereka memiliki kemampuan dan fasilitas yang tepat. Untuk menyimpan, mempersiapkan, mengeksplorasi, serta menyediakan analitik bagi data yang masif, diperlukan solusi terintegrasi dengan pemahaman yang mendalam akan big data analytics, dengan penekanan pada memori dan teknologi komputasi yang terbaru. Oleh sebab itu di SAS, kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi yang tangguh dan terukur yang membantu institusi mendapatkan manfaat maksimal dari big data,” kata JJ Tan, Big Data & Analytics Leader SAS South Asia.

Bekerjasama dengan Intel Indonesia dan MapR, hari ini, SAS mengadakan Seminar Big Data Solutions for Public Services. Acara tersebut merupakan wujud dari komitmen SAS dalam memberdayakan solusi big data bagi berbagai jenis lembaga pemerintahan, dimana acara tersebut dihadiri oleh praktisi IT dan perwakilan dari Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN), Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (PUSINTEK), Direktorat Teknologi Informasi (DIRTI), dan masih banyak lagi.

“Baik itu big data maupun data tradisional yang terdapat dalam sistem operasional, data merupakan aset yang dimiliki pembuat kebijakan. Mengelola data bukan lagi soal kenyamanan, namun merupakan sebuah kebutuhan. Memanfaatkan Data Management merupakan jawaban untuk memecahkan masalah integrasi dan kualitas data. Data Management membantu mengelola big data menjadi nilai yang besar dan memampukan pembuat kebijakan mendapatkan akses data, kualitas data, dan integrasi data dari sebuah platform tunggal,” kata Peter Sugiapranata, Sales Director SAS Indonesia.

Banyak pemimpin pemerintahan telah memahami manfaat dari analytic dalam mentransformasi data eksternal menjadi fakta, kemudian menerjemahkan fakta tersebut menjadi kebijakan. Untuk itu, pemerintah harus mampu mengolah data mereka menjadi tipe data yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan. Pemerintah perlu memanfaatkan teknologi untuk mendapat manfaat maksimal dari potensi yang ada.

“Dengan memasukkan data yang baik pada setiap tahap pembuatan kebijakan, pembuat kebijakan dapat menggunakan analitik untuk mendapatkan nilai lebih dari data yang mereka kumpulkan. Pendekatan tersebut memampukan pembuat kebijakan untuk mendapatkan hasil terbaik dari seluruh kinerja mereka,” kata Yadi Karyadi, Enterprise Solution Business Development Manager, Intel Indonesia Corporation.

Untuk membantu institusi memahami jumlah data yang terus tumbuh, penting untuk mengadopsi solusi analitik yang menyediakan pengalaman pengguna yang interaktif, yang menggabungkan visualisasi data dengan halaman muka (interface) yang mudah digunakan, serta teknologi memori yang kuat. Keunggulan tersebut memampukan pembuat kebijakan untuk mengeksplorasi data secara visual, memahami analitik, dan memahami arti dari data. Langkah berikutnya, mereka dapat membuat dan menghasilkan laporan melalui format yang beragam, seperti web, perangkat mobile, atau Microsoft Office.

Sebagai contoh, Inggris dan Kanada memiliki aplikasi jaringan sosial bernama FixMyStreet dimana masyarakat dapat melaporkan masalah terkait fasilitas jalanan kepada pemerintah. Dengan menggunakan social network analytic, partisipasi publik dapat meningkat dan solusi yang dilakukan lebih tepat sasaran karena proses yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan secara acak mengirimkan petugas untuk mengawasi kondisi jalanan kota. Pemerintah dapat menghemat biaya karena kualitas data yang lebih baik, yang mempersingkat proses perencanaan tentang kapan dan bagaimana memperbaiki fasilitas jalan kota.

Penerapan analitik yang berhasil juga dilakukan oleh pemerintah Belgia. Sebuah kejahatan finansial yang melibatkan jaringan multinasional yang memanfaatkan kelemahan sistem value-added tax/Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau lebih dikenal dengan carousel fraud, kini berhasil diamankan oleh pemerintah. Dengan menggunakan teknik advanced analytics dari SAS yang dikenal dengan hybrid detection model, pemerintah Belgia menghemat 1 milyar Euro setiap tahunnya, memangkas kerugian yang diakibatkan dari kejahatan VAT sebesar 98% dan hampir mengeliminasi tindak kriminal tersebut.

SAS menyediakan solusi lengkap dalam mendukung big data analytics, termasuk Data Management, Visual and Advanced Analytics, dan bahkan solusi untuk Hadoop. Dinobatkan sebagai Gartner’s 2015 Magic Quadrant for Advanced Analytics Platforms, SAS memiliki portofolio advanced analytic paling luas dengan menyediakan serangkaian keunggulan. Dengan menggabungkan dashboard, reporting, dan analytics, SAS® Visual Analytics menyediakan visualisasi data dan visualisasi analitik. SAS Visual Analytics memiliki teknik visualisasi dan keunggulan yang memampukan pembuat kebijakan mengeksplorasi data sedalam apapun.

Di samping itu, saat pembuat kebijakan menghadapi tantangan dalam mengerahkan, mengatur, dan memanfaatkan teknologi big data seperti Hadoop, diperlukan spesialisasi khusus dalam menyiapkan data yang dibutuhkan. SAS Data Loader for Hadoop yang digabungkan dengan teknologi data quality dan data integration dari SAS dapat membantu pembuat kebijakan mengatur siklus data secara keseluruhan, mulai dari data management sampai data discovery, dan pengembangan model analitik hingga penyebarannya. (*)

Top