NAVIGATION

Dian Noeh: Mari Kuatkan Brand Lokal Indonesia

Dian Noeh: Mari Kuatkan Brand Lokal Indonesia

Brand sebuah produk akan menentukan nilai produk di mata konsumen.

Marketplus.co.id – ASEAN Economic Community (AEC) akan berlaku di Desember 2015. Apa artinya untuk brand dari industri skala besar dan startups asal Indonesia? AEC diperkirakan akan memudahkan industri skala kecil dan menengah lebih mudah untuk bergerak.

Terbukanya pasar Indonesia dengan berlakunya ASEAN Economic Community membuat inflow produk konsumen makin tinggi ke Indonesia. Indonesia sendiri merupakan 1/3 pasar ASEAN dengan pertumbuhan ekonomi yang masih menjanjikan meski diproyeksikan tidak terlalu tinggi, sehingga merupakan pasar menarik.

Jika makin banyak inflow produk ke Indonesia, bagaimana dengan produk Indonesia? Kita lihat hal ini dari sudut pandang Public Relations.

Kembali ke prinsip Branding dan PR yang sederhana, yang membedakan produk yang sama adalah brand dari produk tersebut. Bagaimana nilai produk di mata konsumen?  Bagaimana produk dan brand tersebut “engaged” dengan konsumen?

Salah satu produk dan brand Indonesia – dari industri skala besar – yang menurut saya dapat dijadikan contoh adalah Sunpride. Sebagai produk agrikultur dan brand asli asal Indonesia, Sunpride (PT Sewu Segar Nusantara) menggunakan pendekatan Public Relations dan activation untuk membangun brand dan mendekatkan diri dengan konsumen.

Sunpride menggunakan sport yang populer untuk mendekatkan diri dengan konsumen, misalnya dengan mendukung Jakarta Marathon. Sunpride juga mendukung film Mari Lari di tahun 2014 dan meluncurkan pisang Cavendish limited edition film Mari Lari. Juga beberapa kegiatan lainnya termasuk pengenalan Nanas Honi dengan CEO Sunpride yang mengupas dan memotong nanas Honi sewaktu press conference. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui teknologi Sunpride, mengupas Nanas Honi  menjadi mudah. Untuk mendekatkan produk dan brand pada masyarakat urban Jakarta yang sibuk dan ingin praktis, Sunpride memperkenalkan Pisang Cavendish edisi Single and Available.

Selain ragam produk, Sunpride bekerja sama dengan petani lokal selain memiliki perkebunan sendiri dan bekerjasama dengan universitas bidang pertanian dan mengadakan Indonesia Fruit Summit 2013. Hal ini sebagai langkah kreatif Sunpride dalam membangun brand lokal dengan kualitas tinggi dan makan buah itu  menjadi  menyenangkan

Program PR dan activation Sunpride bertujuan menumbuhkan kesukaan (likeness) terhadap brand Sunpride dalam bersiap menghadapi AEC 2015.

Yang menurut saya baik dijadikan contoh adalah, Sunpride bukan hanya bercerita tentang kelebihan produknya, tetapi bagaimana brand Sunpride dibangun dengan melibatkan pihak lain yang turut mengembangkan industri agriculture untuk siap hadapi AEC 2015. (*)

Dian Noeh Abubakar

Founder & CEO of Kennedy Voice & Berliner, PR Firm

Founder of Voice of Startups

Founder of Impact Forum

 

 

Top