NAVIGATION

Shinta Dhanuwardoyo: Cerita di Balik Arsitek Bisnis IT

Shinta Dhanuwardoyo: Cerita di Balik Arsitek Bisnis IT

Simak profil Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, seorang arsitek bisnis IT kenamaan Indonesia.

Marketplus.co.id – Menjadi pioneer memang tak mudah, tapi Shinta Dhanuwardoyo meyakini bahwa masa depan bisnis IT akan terbuka lebar. Berawal dari perusahaan layanan web, Bubu.com kini berkembang menjadi agensi dan modal ventura. Menuju dua dekade, Shinta kini ingin lebih banyak membantu perkembangan startup di Indonesia.

“Sekarang jumlah startup sudah tumbuh dan banyak contoh yang sukses. Setiap orang yang menjalankan bisnis pasti menghadapi tantangan, salah satunya adalah mencari orang yang punya keahlian khusus sehingga mampu membawa perusahaan menjadi global player,” papar CEO Bubu.com ini.

Dukungan Shinta terhadap pebisnis digital diantaranya menyelenggarakan IDByte sejak tahun 2011. Program ini diprakarsai oleh Bubu.com dan bertujuan untuk mendorong creative enterpreneur memiliki strategi digital yang baik agar dapat berkompetisi di pasar global. Tema yang diusung tahun ini adalah “Connected e-Conomy”, dan terdapat Bubu Awards v.09, sebuah ajang penghargaan digital bergengsi pada pemain industri teknologi dan digital.

Konferensi IDByte 2015 mengundang Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi; Triawan Munaf, Tony Fernandes, CEO AirAsia; John LagerlingVP Business Development Facebook; Jamie Voris CTO The  Walt Disney; Ridwan Kamil, dan lainnya. Shinta pun menjalin hubungan baik dengan Silicon Valley, pusat teknologi dan inovasi yang terletak di San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat. Sehingga, peserta terbaik pada kompetisi Bubu Awards akan diajak untuk ke sana. “Pemenang akan kami ajak jalan-jalan ke Sillicon Valley selama seminggu untuk mengenal lebih dalam tentang industri teknologi dan ekosistem startup di sana,” kata Shinta.

Lulusan arsitektur dari University of Oregon ini menginspirasi perempuan Indonesia dalam berwirausaha. Peraih Inspiring Women 2013 Honor Roll majalah Forbes Indonesia ini memang gigih menekuni bisnis digital yang memang didominasi oleh pria. “Ketakutan-ketakutan pasti ada. Apalagi dulu saya memulainya tidak memiliki benchmark, panduan apa-apa, dan melakukan trial dan error. Namun, namanya pengusaha itu memang harus memiliki tekad kuat. Saya jalankan sampai 19 tahun lamanya karena saya percaya internet ke depan menjadi besar. Itu jadi keyakinan yang mendorong saya,” terang perempuan kelahiran 18 Juni 1970 ini. Partner bisnis terdekat yakni sang adik, turut mendukung besar cita-citanya tersebut.

Tokoh perempuan Indonesia yang menginspirasi Shinta salah satunya adalah sang nenek, Supeni Pudjobuntoro. Profil Supeni dikenal sebagai diplomat yang menjadi utusan khusus Presiden Soekarno untuk menjelaskan kebijaksanaan politik luar negeri Indonesia kepada Filipina, Kamboja, dan negara Asia Tenggara lain. Duta Besar Keliling RI ini memimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB tahun 1962. “Saya mengagumi beliau dengan kemampuan dan karyanya,” ucap Shinta.

Meski sejak belia ia dibesarkan di luar negeri, Shinta tetap terpikat dengan keindahan budaya di Indonesia. Selain kecintaannya di bisnis yang digeluti, Shinta juga menikmati hobinya mengoleksi batik. Di dalam blognya www.batikantik.com Shinta kerap berbagi kesehariannya mengenakan batik dan tenun, menceritakan filosofi dan keunikannya masing-masing. “Latar belakang saya di bidang arsitek menjadikan peka dengan desain, seni, dan budaya. Mengoleksi batik merupakan saya apresiasi dengan budaya Indonesia,” ungkap ibu dari dua putri ini.

Peran Shinta sebagai ibu diantaranya memberikan dukungan penuh kepada anaknya untuk mengikuti passion mereka masing-masing. “Anak sulung saya justru yang sering membuatkan masakan untuk saya,” ucap Shinta sambil tertawa, “Hobinya memang memasak, kalau anak kedua lebih suka dengan seni,” lanjutnya. Berkaitan dengan teknologi, Shinta mempercayakan kedua putrinya menggunakan internet untuk tugas sekolah atau hiburan. Untuk mencegah pengaruh negatif dari teknologi, ia lebih menanamkan pada sikap-sikap dasar. “Hal yang terpenting adalah kita ajarkan hal yang mendasar, misalnya jangan bicara dengan orang asing. Anak-anak nantinya akan menerapkan saat berinteraksi di kehidupan nyata, demikian juga saat chat misalnya, tidak berkomunikasi dengan orang asing,” demikian pandangan Shinta.

Perempuan yang mengantarkan Bubu.com meraih sebagai Asia’s Top 100 most innovative companies dari Red Herring, serta meraih Global Red Herring Awards ini akan disibukkan pada aktivitasnya sebagai angel investor. Bersama rekannya yang memiliki visi yang sama, ia memberikan mentoring, dan kegiatan yang mampu menumbuhkan para startup digital di Indonesia. (ANA)

 

Nama: Shinta Witoyo Dhanuwardoyo

Profesi: CEO Bubu.com

Instagram: @shintabubu

Photographer: Windy Sucipto

Fashion Stylist: Dikha Suryo

Make up Artist by Wardah

 

Top