NAVIGATION

Tulola Jewelry: Kecantikan Elok dari Khatulistiwa

Tulola Jewelry: Kecantikan Elok dari Khatulistiwa

Happy Salma tak akan berhenti melakukan proses eksplorasi keindahan dan filosofi alam dan budaya Indonesia untuk Tulola.

Marketplus.co.id – Alam khatulistiwa Indonesia, budaya, dan sejarahnya selalu memberikan inspirasi seni. Tulola Jewelry hadir menjadi satu produk yang merepresentasikan desain eklektik khas Nusantara.

Aksesori Dewi Sri Luce Rusna merintis usaha perhiasan pada tahun 2007. Awalnya, Sri hanya membuat perhiasan untuk kerabat dekatnya. Perhiasan kreasinya pernah dipasarkan di Amerika dan dipakai oleh beberapa aktris dunia, seperti Destiny’s Child, Mischa Barton, dan Courtney Love.

Empat tahun berikutnya, Happy Salma bergabung untuk turut membesarkan merek Tulola. Happy menggagas konsep kreatif, sedangkan Sri menerjemahkan ide itu lewat desain. Perhiasan yang dihasilkan Tulola memiliki keunikan sendiri, dengan mengambil inspirasi dari sejarah dan mitos Indonesia sebagai tema perhiasannya. Seperti koleksi Juwita Malam yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat di Kampung Tugu. Koleksi kedua pun juga mengambil mitos kecantikan Diah Pitaloka dari Tanah Sunda.

Selain desain, proses pembuatan pun tak luput dari perhatian Tulola. Dalam setiap koleksinya, toko perhiasan yang berbasis di Bali ini menggunakan berbagai jenis batu berlian, seperti silver, diamond, dan emas. Happy menjelaskan, Tulola membidik segmen pasar perempuan modern, namun masih mengapresiasi nilai-nilai tradisi leluhur. Secara harga, Tulola sesuai dengan kantong kalangan SES A dan B.

Walau hanya memiliki toko di Bali, Tulola menjual perhiasannya itu secara online melalui www.tulolashop.com. Semua ongkos kirim pun ditanggung Tulola alias free shipping, kecuali pengiriman ke luar negeri.

“Kami ingin meletakkan perhiasan pada kodrat asalnya sebagai benda estetika, dan proses penciptaannya bukan semata-mata dilihat sebagai sebuah proses pengerjaan kerajinan, tapi juga sebagai proses penciptaan karya seni yang bisa diapresiasi,” kata Happy. Bersama Sri, Happy berjanji untuk tak akan berhenti melakukan proses eksplorasi mereka terhadap keindahan dan filosofi yang dimiliki alam dan budaya Indonesia. (*/ANA)

Top