NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Wempy Dyocta Koto, Scale Up Entrepreneur

Wempy Dyocta Koto, Scale Up Entrepreneur

Bagaimana agar bisnis lokal mampu memperluas jangkauannya ke mancanegara?

Marketplus.co.id – Dunia bisnis kini tumbuh sangat dinamis dan menembus batas teritori berbagai negara. Bagaimana agar bisnis lokal mampu memperluas jangkauannya ke mancanegara?

Pertanyaan itu dijawab oleh perusahaan yang didirikan Wempy Dyocta Koto, yakni Wardour & Oxford. Melalui kompetensinya pula ia membantu entrepreneur untuk mewujudkan visi jangka panjang dengan kekuatan lokal.

Konsultan manajemen yang dirintis Wempy menjadikan dirinya lebih dekat dengan para entrepreneur di berbagai kota di Tanah Air. Sebelumnya, pria kelahiran Padang panjang ini merintis karier di berbagai perusahaan multinasional, bersama tim ia meluncurkan produk dan layanan global untuk American Express, Samsung, LG Electronics Lenovo, Microsoft, dan lainnya. Penerima “Asia Pacific Entrepreneurship Awards” tahun 2013 ini menjelajah berbagai tempat di banyak negara dan mengamati bisnis hingga culture di sana.

Lahir di Indonesia, dibesarkan di Australia, meniti karier profesional dan kini beralih menjadi entrepreneur tentunya membuat horizon pengetahuannya makin terbuka. Lulusan Master International Studies University of Sydney ini mengatakan bahwa banyak kegagalan yang dialami dan tantangan yang harus dituntaskan. “Namun hal tersebut membuat kita bisa kuat. Apabila menurunkan ego, mau terus belajar dari kegagalan maka bisa lebih maju ke depannya,” tutur pengagum Elon Musk, investor dan pendiri Tesla.

Wempy bersama tim turut membantu beberapa klien seperti Baba Turki, Piramizza, Bebek Garang, Kripik Maicih, dan merk lainnya untuk masuk pasar internasional. Ia mengajak untuk bersikap positif dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN, dengan fokus pada pendidikan dan membangun budaya agar percaya dengan potensi diri. “Anda harus percaya dengan ide Anda, dengan percaya diri dan bisa memasarkannya, saya yakin bisa go global,” tukasnya.

Keinginannya untuk kembali ke Tanah Air diantaranya karena melihat kekuatan pasar Indonesia. Ia menitik beratkan pentingnya pendidikan bisnis, yang belum sepenuhnya diperoleh entrepreneur di Indonesia. “Di Indonesia belum merata, tidak fair jika ilmu tentang bisnis itu terpusat di Jakarta saja,” ungkap Wempy. Ia bersyukur diberikan peran dalam Kadin untuk bidang UKM dimana ia bisa berbagi ilmu. “Saya membedakan antara pelaku small business dan entrepreneur. Pelaku usaha kecil baru
sebatas agar usahanya bisa menghidupi dirinya sendiri, tetapi seorang entrepreneur memiliki visi jangka panjang yang mendorongnya untuk terus naik kelas.”

Melalui perjalanan kariernya, Wempy sangat menghargai proses pembelajaran. Ia yakin bahwa ilmu merupakan living organism, sesuatu yang hidup . “The Circle of Knowledge ada tiga, tahap pertama adalah mengejar ilmu itu, tahap kedua adalah aplikasikan bukan hanya diingat sebagai konsep, dan ketiga adalah sharing. Ketika Anda berbagi bukannya pengetahuan makin kurang, justru akan makin tumbuh multiplikasi dan bisa bermanfaat untuk lainnya,” demikian pandangan Wempy. (ANA)

Nama: Wempy Dyocta Koto
Profesi: Founder Wardour & Oxford
Twitter: @wempydyoctakoto

Top