NAVIGATION

Branded Marathon Destination: Wisata Lari

Branded Marathon Destination: Wisata Lari

Tak hanya sekedar olahraga, marathon kini menjadi ajang untuk promosi lokasi.

Marketplus.co.id – Banyak cara untuk menaikkan citra sebuah destinasi. Seperti kita tahu, brand destinasi bisa merupakan suatu lokasi kecil, sebuah gunung, kota, negara, bahkan benua. Brand destinasi dapat dikenal sebagai pusat bisnis, perdagangan, pusat seni dan budaya, keindahan alam, dan sebagai lokasi digelarnya ajang olahraga mendunia.

Kota besar di dunia, seperti New York City, London, Tokyo, Berlin, dan Paris memiliki ajang lari marathon tahunan yang bergengsi. Singapura pun memiliki event marathon tahunan bulan Desember. Gold Coast di Australia sebagai kota yang belum terlalu dikenal awam, sangat gencar mempromosikan ajang marathon mereka,  di mana penyelenggara menawarkan suatu destinasi lari marathon dan liburan keluarga sekaligus dalam satu trip.

Dengan muncul kembalinya tren dan lifestyle lari di dunia saat ini, sangat lumrah bagi stakeholders sebuah kota (atau negara) untuk ikut membuat  marathon yang biasa disebut city marathon. Jakarta salah satunya.

Dalam destination branding, penting untuk tidak memberikan false promise, alias janji palsu. Banyak destination brand (tempat tujuan wisata) memberikan janji-janji yang konkret maupun aspirasional (dan cenderung ambigu). Untuk Gold Coast Marathon, contohnya, penyelenggara menjanjikan hal-hal seperti: waktu marathon tercepat Anda (karena rute nya datar dan temperatur sejuk), dan pemandangan garis pantai Gold Coast yang indah. Selain itu marathon ini juga menawarkan keindahan dan keseruan kota untuk seluruh keluarga yang dapat dinikmati setelah ajang marathon.

Berlin Marathon sebagai contoh lain, merupakan satu dari enam event Major Marathons di dunia, dan ada di kelas Gold Label menurut IAAF, atau Asosiasi Federasi Atletik Internasional. Selain mendapatkan label tersebut, Berlin Marathon sudah berlangsung tiap tahun sejak 41 tahun yang lalu! Banyak sekali aspek menarik dari Berlin Marathon, karena kota yang indah ini pun juga kaya sejarah dan budaya.

Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia saat ini sudah ada 3 event marathon besar (42.195km) yang baru dimulai di dekade ini: Bali Marathon, Bromo Marathon, dan Jakarta Marathon. Masing-masing memberikan janji yang berbeda: budaya yang unik, alam bebas di pegunungan, lari di antara sawah-sawah yang hijau, lari di tengah kota, dan lainnya.

Kesuksesan tiap “wisata marathon” secara sekilas dapat diukur dengan menghitung jumlah “turis lari” yang berpartisipasi, yaitu pelari non-professional yang ikut dari luar kota, maupun luar negeri. Bromo Marathon di tahun pertamanya telah mendapat gelar “Asia’s Top Destination Races” di tahun 2013. Dalam tahun kedua penyelenggaraannya, peserta mencapai lebih dari 1500 pelari dari 40 negara, dimana lebih dari 95% peserta adalah bukan penduduk setempat. Ulasan tentang ajang ini pun mayoritas sangat positif, sehingga banyak sekali positive word of mouth yang akan menjaring lebih banyak peserta di tahun-tahun mendatang, dan juga tentang wisata alam Bromo.

Bagaimana dengan marathon di Jakarta? Apakah memenuhi syarat sebagai ajang wisata marathon yang menarik?

 

Yasha Chatab
Group Business Development Director
WIR Group Indonesia
@MrYasha

 

Top