NAVIGATION

Berwisata di Pulau Banda Neira, Maluku

Berwisata di Pulau Banda Neira, Maluku

Sejuta sejarah di Banda Neira.

Marketplus.co.id – Pulau Banda Neira seakan tak tersentuh oleh waktu. Menginjakkan kaki di tempat ini seakan membawa kita ke masa lampau, zaman kolonial Belanda. Deretan perumahan kuno yang hingga kini masih dihuni, rumah megah peninggalan era kolonial yang tampak terbengkalai, semuanya mengingatkan kita pada wajah Indonesia puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

IMG_0264

Perjalanan ke Pulau Banda Neira cukup melelahkan. Dari Ambon, Anda bisa naik kapal ferry selama delapan jam, menyewa speedboat, atau naik pesawat terbang kecil, namun jadwalnya tidak menentu. Meski demikian, berlibur di sini begitu relaxing. Suasananya tenang. Lorong jalan yang kecil dengan rumah kuno di sekitarnya membuat pulau ini terasa sangat bersahaja.

Pulau Banda Neira menyimpan sejuta sejarah. Anda bisa mengunjungi rumah pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir yang masih terawat. Ada pula Istana Mini yang dibangun oleh VOC sebelum mereka mendirikan Istana Merdeka di Jakarta dan merupakan rumah Gubernur VOC Jan Pieterzoon Coen. Konon, arsitektur Istana Merdeka adalah duplikat dari Istana Mini ini.

Berjalan kaki mengitari pulau ini, jangan melewatkan Benteng Belgica yang dibangun pada 1611. Dari atas benteng, tampak pemandangan sekitar Banda Neira yang menawan. Warisan sejarah lainnya adalah Fort Nasau, gereja tua “Hollandische Kerk” yang dibangun pada tahun 1600-an, serta Monumen Parigi Rante yang dibangun untuk mengenang 40 putera terbaik Banda yang dibunuh atas perintah Jenderal Belanda Jan Pieterzoon Coen.

SONY DSC

Selain wisata sejarah, kita bisa menikmati keindahan pantai di pulau-pulau sekitar. Dengan menyewa perahu, Anda dapat melakukan “islands hopping” dan snorkeling di beberapa pulau. Favorit saya adalah Pulau Nailaka, pulau kecil yang dikelilingi oleh pantai berpasir putih nan lembut. Indah sekali! Diving pun bisa dilakukan. Terumbu karang yang indah akan membuat pengalaman diving berkesan.

IMG_0180

Tidak jauh dari Pulau Banda Neira ada Pulau Rhun yang merupakan “the most wanted island” pada tahun 1600-an karena memiliki pepohonan pala yang hanya ditemukan di Kepulauan Banda ini. Pada masa itu, harga 1 gram pala lebih mahal dibandingkan dengan 1 gram emas! Perebutan pulau ini terjadi antara Belanda dan Inggris. Bahkan Belanda rela menukar Pulau Manhattan di Amerika Serikat dengan Pulau Rhun demi memonopoli pala di dunia. Selain refreshing, berlibur di Pulau Banda Neira ini membuat kita jadi makin memahami sejarah Indonesia.

 

Nila Tanzil
Travel Blogger
Writer/Founder of Taman BacaanPelangi
@pelangibook
@nilatanzil
nilatanzil.com

 

Top