NAVIGATION

Mencari Partner Bisnis Yang Tepat

Mencari Partner Bisnis Yang Tepat

hh

Saya ingin sejenak kembali ke tahun 2005, dimana pertama kali saya mencoba membuka usaha catering. Usaha yang awalnya berkembang pesat itu berakhir hanya dalam waktu 1 tahun. Hal ini terus berulang pada percobaan usaha saya kedua, dan bahkan yang ketiga dimana saya mengambil franchise makanan yang diiming-imingi dapat berjalan walaupun saya tidak full time mengurusinya.

Pengalaman yang mahal, namun sangat berguna. Membawa saya untuk akhirnya bekerja di bank dan kembali mencoba menjadi pengusaha, yaitu mendirikan Kinara.

Sekarang kami memasuki tahun ke-4. Apa yang membedakannya? Ya, kali ini saya tidak sendiri. Bukan “saya” saja, namun ada “kami” di Kinara. Dari berpartner ini saya ingin berbagi kepada Anda.

  1. Berpartner itu Baik

Saya sangat merasakan bagaiman kesulitan merintis usaha itu dapat lebih ringan dijalankan bila saya tidak sendiri.Bersama partner saya @DondiHananto & @DodongCh, kami bisa saling berbagi peran dan saling menutupi kekurangan. Dan setiap masalah, peluang, & strategi apapun yang kami hadapi, kami bisa bertukar pikiran dengan spirit yang sama untuk memajukan Kinara.

  1. Berpartner dengan semangat keterbukaan & integritas

Sebelum kami memutuskan untuk membentuk badan hukum bagi Kinara, kami bertiga secara terbuka menyampaikan harapan dan visi kami dan berdiskusi membagi hak kepemilikan berdasarkan peran dan tanggung jawab kami. Semua itu kami tuangkan dalam paying hukum yang jelas.Hal ini sangat penting, sesederhana apapun kesepakatan yang kita buat di awal merintis usaha, sebaiknya dituangkan dalam perjanjian bersama.

  1. Berpartner seperti mencari jodoh

Sudah terlalu banyak cerita perseteruan bisnis yang terjadi, berujung pada perpecahan bisnis, walaupun dulunya diawali dengan manis oleh setiap pihak.  Mengapa? Ya, bisnis seperti mencari jodoh. Kita tidak perlu tergesa-gesa, banyak faktor kecocokan karakter yang harus diperhatikan. Contohnya, saya baru saja menjadi partner di PIAR Consulting, sebuah perusahaan public relation agency. Sejak 1 tahun sebelumnya kami sudah saling berkomunikasi dan saya mencoba membantu sambil saling mengenal untuk melihat kecocokan dalam karakter dan visi, dan memperhatikan kontribusi apa yang bisa saya berikan dan sesuai.  Saya menyebutnya seperti proses “dating”, saling mengenal agar dapat partnership ini berjalan dengan baik.

Saya melihat berbisnis dengan berpartner semakin menjadi pilihan, walaupun tidak untuk semua orang, namun saya melihat hal ini menjadi suatu keuntungan dan mempercepat pertumbuhan usaha kami.

 

Top