NAVIGATION

Tantangan Ibu Bekerja Dalam Memberikan ASI Eksklusif

Tantangan Ibu Bekerja Dalam Memberikan ASI Eksklusif

Photo 3

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menemukan pada tahun 2012 bahwa hanya 42% dari para Ibu memilih ASI eksklusif. Penelitian lain pada tahun 2008 oleh Nutrition and Health Surveillance System (NSS) yang dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Semarang, menemukan bahwa banyak Ibu yang berhenti menyusui setelah kembali bekerja.

Padahal, ASI eksklusif selama enam bulan pertama usia sang bayi memiliki peran krusial bagi tumbuh kembang anak. Kini, ibu bekerja tidak perlu khawatir karena adanya produk Philips Avent yang memberikan inovasi di bidang perawatan ibu dan anak.

Selama 30 tahun, Philips Avent terus bekerjasama dengan para peneliti, ahli menyusui, serta tenaga kesehatan professional di seluruh dunia untuk menemukan cara terbaik membantu ibu untuk memberi ASI lebih lama bagi bayi mereka. Karenanya, Philips AVENT dapat membantu ibu menyeimbangkan antara karir dan mengurus si kecil, dan memberikan mereka awal terbaik dalam kehidupan.

Philips Avent tak ketinggalan menyelenggarakan acara untuk mendukung gerakan yang support ibu bekerja untuk terus memberi ASI di Plaza Bapindo ( 17/10). Acara edukasi ini dihadiri oleh lebih dari 300 ibu muda yang bekerja, dan diisi oleh pembicara dari berbagai latar belakang.

Ashfi Qamara, model muslimah dan fashion writer yang juga seorang peserta pada acara hari tersebut  berkomentar, “Sebagai ibu bekerja, memberikan ASI merupakan perjuangan tersendiri. Tantangan yang dihadapi dalam menjalani peran ganda sebagai seorang ibu dan wanita karir  membuat pemberian ASI menjadi lebih sulit. Acara semacam ini mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian menghadapi tantangan ini. Tapi saya menginginkan nutrisi terbaik untuk bayi saya, dan saya berterima kasih karena Philips AVENT membantu saya menyusui bayi saya dengan nyaman.” (ANA)

Top