NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Bagaimana Cara Mengelola Utang Produktif?

Bagaimana Cara Mengelola Utang Produktif?

1380441878502686216

Pertanyaan :

Dear QM,

Saya adalah karyawati swasta di suatu perusahaan yang cukup besar, tantangannya saat ini adalah saya banyak sekali keperluan dan perusahaan memiliki fasilitas pinjaman dengan bunga rendah. Hal ini menggoda saya untuk meminjam namun saya tidak mau salah langkah. Saya pernah mendengar utang produktif, apa yang dimaksud dan apakah saya bisa menerapkannya.

Terima kasih

  • Nirmala, Karyawati Swasta, 30thn

Jawaban :

Hi Nirmala, jika Anda bekerja di sebuah perusahaan besar tentu banyak fasilitas yang akan Anda nikmati. Salah satu fasilitas yang bisa membuat kita ‘betah’ bekerja di perusahaan besar adalah : Fasilitas Pinjaman.

Masalah baru akan timbul. Fasilitas pinjaman dengan bunga bersubsidi dari kantor ini seringkali membuat kita terlena. Bunga rendah, cicilan terjangkau, lalu kita pinjam saja tanpa tahu apa efek dari utang ini pada keuangan kita. Sebetulnya dalam financial planning, utang bukanlah suatu hal yang perlu kita takuti. Asalkan tahu cara menggunakannya, utang akan sangat berperan dalam upaya kita meningkatkan NetWorth /Kekayaan Bersih.

Kita tentu sering mendengar istilah Utang Produktif. Istilah ini dalam financial planning kemudian dijabarkan lagi menjadi utang yang memang bisa mendukung perkembangan NetWorth / Kekayaan Bersih kita.

Ada 3 jenis Utang Produktif dalam financial planning :

  1. Utang Kepemilikan Rumah. Nilai properti cenderung meningkat pada jangka waktu panjang. Penggunaan utang untuk membeli properti akan sangat membantu mempercepat keperluan membeli rumah bagi sebuah keluarga.
  2. Utang Kepemilikan Kendaraa. Walaupun nilai kendaraan bermotor cenderung menurun mengikuti waktu, kendaraan ini bermanfaat untuk menambah efektivitas dan efisiensi kerja serta mobilitas seseorang.
  3. Utang untuk peruntukan pengembangan Usaha. Napas dari sebuah usaha adalah arus kas. Utang dapat membantu arus kas sebuah usaha. Tentu saja usaha ini harus sudah mampu membayarkan cicilan utang tersebut agar tidak mengganggu arus kas keuangan pribadi pemiliki usaha.

Selain jenis penggunaan sebagai Utang Produktif, kita juga dapat melihat periode penggunaan utang tersebut. Logikanya sederhana saja. Jika kita menggunakan rumah untuk periode 10 tahun, kemudian kita cicil selama 10 tahun, masuk akal kan? Bahkan jika kita

menggunakan laptop selama dua tahun, dicicil satu tahun, masih masuk akal ya? Yang tidak masuk akal adalah saat kita belanja bulanan / grocery shopping lalu makanan yang akan habis dalam sebulan ini kita cicil selama enam bulan. Yang tidak masuk akal adalah saat kita

berlibur bulan November 2013 dan sampai Juli 2014 tagihannya masih kita cicil.

Terakhir adalah kemampuan kita membayarkan cicilan. Perhatikan bahwa rasio mencicil utang sebaiknya di bawah 30% dari Penghasilan Bulanan. Ini penting agar Penghasilan Bulanan kita dapat bermanfaat untuk berbagai keperluan, tidak melulu hanya untuk bayar utang.

“Jadi utang bukan suatu hal yang menakutkan jika kita memang tahu cara menggunakannya”.

Ligwina Hananto, BCom, MBA, CWM, AEPP, CFP®

CEO PT. Quantum Magna @mrshananto

www.qmfinancial.com

e-mail: info@qmfinancial.com

 

Top