NAVIGATION

Belajar dari Louis Van Gaal, Execute Inside the Box

Belajar dari Louis Van Gaal, Execute Inside the Box

Oleh: Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker of OMG Consulting.

Setiap pertandingan di Piala Dunia, saya juga sengaja menyoroti soal kreativitas baik seorang pemain maupun dari pelatih. Kali ini saya ingin bahas bagaimana Louis van Gaal, pelatih senior berusia 62 tahun untuk kedua kalinya membuat sebuah keputusan yang berbeda tapi berdampak positif untuk timnas Belanda.

Menjelang berakhirnya perpanjangan babak ke2, Van Gaal secara mengejutkan mengganti kiper utama Belanda, Jasper Cilessen yang tampil luar biasa di Piala Dunia selama ini dengan kiper cadangan Tim Krul yang belum pernah tampil di Piala Dunia Brazil. Apalagi catatan statistik Tim Krul dalam penyelamatan penalti selama di Newcastle United sejak 2006 hanya 2 kali dari 20 penalti. Lalu kenapa Van Gaal begitu berani?

Van Gaal sangat berani karena dia punya pengalaman panjang jadi pelatih. Tidak sekedar berpikir out of the box dan mengagetkan tim lawan karena ganti kiper untuk adu penalti, tapi Van Gaal juga execute inside the box. Tim Krul sudah dibisiki bahwa kalau adu penalti kemungkinan besar akan main karena pada saat latihan lebih menonjol di adu penalti. Dan Van Gaal tidak memberi tahu Jasper sehingga dia tidak kehilangan konsentrasi. Hasilnya kita semua tahu, Tim Krul menggagalkan 2 penalti dan Belanda lolos ke semifinal.

Sebenarnya yang terjadi di bisnis pun sama. Dengan pengalaman panjang, intuisi seorang pemimpin jadi lebih terasah. Mereka punya keberanian, bahkan untuk melawan statistik dan biasanya track record mereka membuat bos atau investor memberi kepercayaan pada pemimpin tersebut. Bayangkan kalau Van Gaal harus minta approval untuk memainkan Tim Krul sebagai kiper adu penalti dengan catatan statistik yang buruk?

Belum lagi, biasanya di akhir babak perpanjangan ke-2, normalnya pelatih mengganti pemain yang statistik tendangannya dalam adu penalti lebih baik. Kalau di bisnis bos akan bertanya pada Van Gaal, “Apakah pernah ada tim yang sukses adu penalti karena mengganti kipernya?”

Di awal OMG berdiri, saya masih sering ditanya, “Apakah konsep yang ditawarkan OMG Consulting sudah pernah sukses dijalankan sebelumnya?” Karena hampir semua konsep rata-rata kami riset dan persiapkan hanya untuk klien kami, tentunya konsep tersebut belum pernah dijalankan. Beruntung pada akhirnya kami diberi kesempatan dan kini hampir tidak pernah lagi ada pertanyaan seperti itu lagi.

Caranya dengan track record yang baik, kami berteriak lewat project demi project yang sukses karena kreatif, berbeda, dan dieksekusi inside the box. Sama seperti Van Gaal yang dari dulu sering membuat keputusan yang berbeda tapi berhasil. Saya masih ingat cerita saat dia mengangkat Pep Guardiola jadi kapten kesebelasan walau usianya masih terbilang muda.  Dan ternyata sukses.

So, fokus ke result, dengan track record yang ada, kita harusnya bisa mendapat kepercayaan dari atasan kita untuk bikin sesuatu yang lebih besar, yang lebih kreatif dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

 

Top