NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Kelola Angpau untuk Anak

Kelola Angpau untuk Anak

intisari-online.com

 

Saat kecil, saya selalu ingat menjelang Idul Fitri, saya berhitung berapa jumlah angpau yang kira-kira akan diterima. Setelah itu saya sibuk dengan catatan kecil saya yang berisi nama-nama keluarga yang akan dikunjungi berikut kemungkinan adanya “salam tempel”.

Buat saya, lebaran identik dengan kondisi kaya mendadak yang kemudian diikuti dengan belanja hal-hal yang diinginkan. Sayangnya saya belum punya ilmu perencanaan keuangan saat itu sehingga berapapun besar uang yang diterima akan habis dalam hitungan minggu. Saya tidak pernah terpikir untuk menyisihkan sebagian untuk kebutuhan yang lebih besar. Tanpa sadar, kebiasaan ini terbawa hingga dewasa.

Pertama kali bekerja, saya pun mengulangi pola tersebut. Setiap gajian saya menghabiskan semuanya dan hanya menyisakan pas-pasan untuk hidup sebulan kedepan. Ketika dirasa kebutuhan meningkat, saya lari menggunakan kartu kredit dan sibuk tutup lubang di gajian berikutnya. Tidak terasa, akhirnya hutang kartu kredit pun menumpuk. Yang paling menyakitkan adalah, setelah bekerja dua tahun, saya tidak punya apa-apa.

Well, saya tidak ingin siklus ini kembali terulang dan terjadi pada anak saya. Sehingga di lebaran tahun ini, saya akan mengajaknya menerapkan sedikit ilmu perencanaan keuangan sederhana. Saya sudah menjelaskan jauh-jauh hari bahwa uang yang nanti dia terima adalah miliknya, bukan milik saya sehingga walaupun saya menyimpannya, dia tidak perlu khawatir saya akan mengurangi atau bahkan mengambil uang tersebut.

Saya juga menjelaskan bahwa ada fungsi uang untuk BBM yaitu Berbelanja, Beramal dan Menabung. Menjelaskan fungsi Berbelanja tidak begitu sulit, namun konsep Beramal dan Menabung membuat saya sempat bingung. Akhirnya saya mengajaknya ke toko mainan. Anak saya sudah punya beberapa mainan yang dia incar. Saya membiarkannya membandingkan harga dan kemudian menerangkan bahwa, ada mainan yang bisa dia beli langsung karena masih masuk dalam bujet belanja dan ada mainan yang mengharuskannya menunggu dan menyisihkan sedikit lebih banyak agar bisa terbeli.

Saya menerangkan bahwa dengan bujet yang disisihkan dan uang saku yang akan dia tabung kemudian, maka mainan yang diinginkan bisa terbeli dalam waktu kurang lebih sekian bulan lagi. Tidak lupa saya mengajaknya beramal sepertiga uang angpaunya. Biasanya dia memilih untuk menginfakkan di sekolah. Tidak mudah sih. Saya masih harus mengulangi latihan ini tiap tahun. Sudah berjalan tahun ke-3 dan mulai lebih mudah menerapkannya. Mudah-mudahan latihan sederhana ini bisa membantunya mengelola uangnya sendiri nantinya.

Selamat mencoba!

Yasmeen Danu, CFP

Independent Financial Planner

PT Quantum Magna

Top