NAVIGATION

Selamatkan Anak dari Pelecehan Seksual

Selamatkan Anak dari Pelecehan Seksual

parenting

Betapa penting dan perlunya program edukasi seksual secara dini, terutama setelah terbukanya kasus pelecehan seksual yang dialami oleh balita di sekolah yang terkenal, menjadikan makin banyak orangtua mewaspadai dan menyadari pentingnya hal ini.

Apabila Anda mendengarkan diskusi dan perbincangan para psikolog yang berinteraksi dengan pelaku maupun korban, Anda bisa jadi akan merasa kaget dibuatnya. Korban yang masih anak-anak tersebut bahkan tidak tahu bahwa ia telah mengalami pelecehan, bahkan terungkap kebingungannya ketika orang dewasa yang menjadi tertuduh pelaku pelecehan seksual tersebut harus dipenjara. Menurut sang anak yang kita lihat sebagai korban, orang dewasa pelaku pelecehan sangatlah baik padanya, berkata lembut tidak seperti orangtua mereka sendiri yang kerap marah-marah, memiliki waktu untuk bermain bersama mereka sementara orangtuanya lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga atau yang lainnya.

Wahai orangtua, hal ini harusnya menyadarkan kita tentang cara berinteraksi dengan anak-anak kita tercinta. Jangan sampai komunikasi yang kurang tepat, lebih menonjolkan perintah, kewajiban dan paksaan tanpa memberi kesempatan anak berbicara dan didengar menjadikan anak lari pada orang dewasa lain yang belum tentu bisa dipercaya.

Satu hal lagi, dalam mengantisipasi pelecehan seksual sebaiknya tidak hanya menyampaikan pada anak apa yang tidak boleh orang lain sentuh pada anggota tubuh pribadinya. Tapi juga tekankan bahwa anak tidak diperkenankan menyentuh anggota pribadi orang lain walaupun mungkin orang dewasa atau anak lain itu sendiri yang memintanya.

Hal ini yang kerap ditemui dilakukan oleh para pelaku pelecehan seksual pada anak, bahkan seorang pelaku yang usianya bahkan belum lagi remaja. Mereka dengan alasan permainan atau hukuman meminta anak yang jadi sasaran untuk menyentuh anggota pribadi pelaku agar membuatnya terangsang atau tujuan lain. Hal yang perlu untuk diajarkan pada anak-anak kita untuk bisa mengantisipasi hal ini. Ingat, bahkan sejak anak kita baru lahirpun, perlu mempersiapkan anak mengetahui segala sesuatu yang penting dan aman berkaitan tentang kelaminnya.

Oleh: Tia Rahmania, M.Psi.

(dosen tetap di prodi Psikologi, Universitas Paramadina dan praktik di Kancil, Jakarta

Top