NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Sanny Budiman, Mental Kreatif

Sanny Budiman,  Mental Kreatif

profile

Peluang industri kreatif adalah unlimited” . Industri kreatif dengan lingkup yang kompleks masih menyimpan peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Melihat ruang tersebut, Sanny memutuskan untuk menekuni bisnis kreatif dan menemukan tantangan baru dalam Eureca.

Latar belakang pendidikan arsitektur justru makin melengkapi ketertarikannya di bidang media. Sanny Budiman mendirikan Eureca (PT Inspirasi Anak Bangsa), menempatkan bisnisnya sebagai problem solver untuk membuat project kreatif. “Eureca sebenarnya terinspirasi dari Archimedes, ungkapan yang biasa diucapkan untuk saat menemukan sesuatu yang baru. Lingkup perusahaan ini adalah bidang kreatif sebagai organizer, agency, atau memberikan ide konsep dari awal hingga akhir,” terang Sanny.

Video production, Projection Mapping, hingga Post Production menjadi tiga bagian utama dari servis Eureca. Sanny memang telah menempuh pengalaman secara profesional di bidang tersebut dan bekerja di media nasional. “Project untuk ajang World Cup 2010 menjadi pintu awal saya membuka bisnis.”

Sambutan positif diterimanya dengan adanya Eureca. Ia bersama tim dipercaya menangani klien brand besar, mulai dari Christian Dior, Galery Lafayyette, event Inacraft, maupun launching mall besar di Jakarta. Sanny mengakui melalui networking yang baik maka peluang bisnis menjadi makin terbuka. “Peluang industri ini unlimited. Kini kita hidup di dunia digital karena teknologi sekarang lebih maju, dan industri kreatif beriringan akan tumbuh.”

Menurut Sanny, di bidang kreatif, industri film dan video clip telah merajai pasar di dunia. Tapi di Indonesia, ranah tersebut belum diekplorasi secara luas. “Contohnya kesuksesan Marvell atau Avenger. Artinya, peluang industri kita sebesar itu. Di Indonesia, industri kreatif masih diasosiasikan dengan crafting,” papar Sanny. Tentunya untuk membesarkan ranah tersebut challenge tersendiri.

Challenge pertama adalah inovasi. Kedua kreativitas, memelihara kualitas agar servis kita bagus. Jika hasil memuaskan maka muncul proyek baru dan klien lama juga akan bertahan. Tantangan di luar itu, banyak pejuang kreatif kita belum terlalu kelihatan,” demikian tanggapan Sanny. Untuk “recognition” Sanny berpandangan hal tersebut menjadi penting bagi pekerja kreatif. “Event yang besar dan sukses mulai production design, multimedia tapi hanya promotor dan brand saja yang diperkenalkan. Padahal itu dapat menghambat perkembangan pekerja kreatif sebagai individu.”

Bagaimana untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika bisnis ini? Menurut Sanny, sangat penting untuk mencari banyak referensi di luar negeri. Hal tersebut membantu kita menjadi cepat”memahami apa yang diinginkan klien dan output apa yang dihasilkan. Sementara, untuk terjun dalam industri kreatif, hal yang harus dipelihara adalah terkait mental. “Kuncinya adalah keep update, mengetahui tren seperti apa, karena kita tidak boleh tertinggal.” (ANA/AGS)

Nama: Sanny Budiman

Profesi: Founder Eureca (Inspirasi Anak Bangsa)

Top