NAVIGATION

NgaBUKUrit dari Taman Bacaan Anak Lebah

NgaBUKUrit dari Taman Bacaan Anak Lebah

Anak Lebah

Di bulan suci Ramadan 1435H, Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) memperkenalkan program NgaBUKUrit – ngabuburit sambil baca buku, ngabuburit sambil donasi buku. Program yang dicanangkan mulai tahun ini bertujuan untuk mengajak segenap masyarakat Indonesia memanfaatkan waktu luang saat berpuasa dengan membaca buku dan mendonasikan buku cerita anak-anak untuk anak-anak Indonesia di bagian Timur yang membutuhkan.

Data dari UNESCO pada tahun 2011 menyatakan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001. Artinya, dari seribu (1000) penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Sementara berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi (OECD) pada 2009, budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur. Pada tahun 2006, dataBadan Pusat Statistik menunjukan bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%), mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%).

“Dengan fakta dan data tersebut, Taman Bacaan Anak Lebah tak henti menyebarkan semangat membaca buku dan mengajak masyarakat Indonesia agar memiliki kepedulian terhadap minat baca. Program NgaBUKUrit mengundang masyarakat untuk berdonasi buku cerita anak-anak ke delapan belas (18) titik TBAL di Lombok Timur, Wakatobi, Ambon, Pulau Saparua, Pulau Saumlaki/Fordata, dan Seram, dimana akses buku bacaan anak-anak yang sesuai dengan usia mereka sangat terbatas di wilayah tersebut.” papar Elvera N. Makki, founder TBAL.

Didirikan sejak 2009, misi Taman Bacaan Anak Lebah adalah menarik minat baca anak-anak Indonesia sejak usia dini sehingga aktivitas membaca buku menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat mencerdaskan anak-anak Indonesia. “Kebiasaan membaca buku yang dimulai sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan akan memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak saat ini maupun di kemudian hari. Buku dapat membuka wawasan seorang anak, menumbuhkan kreativitas dan rasa ingin tahu yang tinggi. Apabila dilakukan secara konsisten, anak yang gemar membaca buku akan memiliki kecerdasan yang lebih baik, cara berpikir dan berkomunikasi yang sistematis, serta rasa percaya diri yang tinggi,” imbuh Elvera.

Buku-buku yang dikumpulkan akan melalui proses penyortiran sebelum pengiriman. Kriteria donasi buku cerita anak-anak adalah bergambar, berwarna, tidak terlalu banyak tulisan, dan berisi pesan yang positif baik secara tulisan maupun visual. Hal ini sejalan dengan prinsip TBAL bahwa membaca buku itu menyenangkan. “Apabila buku bacaan yang didonasikan terlalu berat isinya bagi mereka, kami khawatir justru misi untuk menarik minat baca anak akan terhambat.”

Bagi yang ingin berdonasi, buku dapat dikirim ke kantor sekretariat TBAL atau donasi tunai yang dananya akan digunakan untuk pembelian buku cerita anak-anak dan menunjang keberlangsungan aktivitas TBAL di Indonesia Timur. Informasi lengkap mengenai mekanisme partisipasi dapat dilihat pada situs www.tamanbacaananaklebah dan facebook Taman Bacaan Anak Lebah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur dan relawan yang berpartisipasi di program NgaBUKUrit. Semoga manfaat dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak di Indonesia Timur namun juga bagi mereka yang telah melakukan langkah nyata bersama TBAL.” tutup Elvera.

—oo00oo—

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Email: lebahbooks@gmail.com

Website: www.tamanbacaananaklebah.com

Twitter: @lebahbooks

Facebook: Taman Bacaan Anak Lebah

Top