NAVIGATION

Komunitas Berkah, Tumbuhkan Kreativitas Anak Yatim Di Bulan Suci

Komunitas Berkah, Tumbuhkan Kreativitas Anak Yatim Di Bulan Suci

komber

Salah satu cara menyelesaikan problema sosial adalah dengan mengubah keadaan seseorang agar tidak bergantung pada pemberian atau belas kasihan orang lain. Sebagaimana sebuah ungkapan “berikan kailnya jangan berikan ikannya”, maka memberikan bekal kemampuan wirausaha berupa pelatihan, dan menumbuhkan kreativitas akan dirasakan lebih bermakna bagi seseorang. Itulah yang dilakukan Komunitas Berkah di bulan suci Ramadhan beberapa waktu lalu.

Setelah berhasil dengan acara Gerakan Berbagi (Geber) Yatimers pada tahun 2012 dan 2013, Komunitas Berkah menggelar kembali rangkaian Geber Yatimers 2014 dengan 500 anak-anak dari empat panti asuhan serta satu rumah asuh di Jakarta dan Bogor.

Setelah mendapatkan berbagai sesi pelatihan dan pembekalan dari partner Komunitas Berkah yang ikut serta yakni ”Ganara Art Studio”, para yatimers juga diikutsertakan dalam penggalangan dana dari masyarakat umum lewat hasil karyanya yang dikemas menjadi produk yang bernilai jual pada Sabtu (19/7) di Kuningan City, Jakarta. Selain itu, hasil karya mereka berupa Tas, Kaos & Ipad Pouch juga ditampilkan di sebuah situs toko semi-online milik Komunitas Berkah di Mariberkarya.myshopify.com.

Menurut Ketua Umum Komunitas Berkah, Steny Agustaf, acara bertajuk ”Colors of Tomorrow” (warnai harimu untuk masa depan) ini, bertujuan untuk membangkitkan semangat mandiri, saling membantu dan berjuang demi masa depan para Yatimers tanpa harus mengandalkan bantuan pihak luar. Hal ini penting artinya mengingat para Yatimers adalah bagian dari generasi penerus masa depan bangsa ini.

Hari itu, anak-anak yatim yang hadir tampak bersemangat untuk berkarya dan tumbuh menjadi insan yang kompetitif dalam segala bidang sehingga memiliki masa depan yang baik. “Kita mengajarkan mereka berkarya. Kami memberikan kail, memberikan cara untuk mendapatkan uang,’’,” tutup Steny. (*/Ags)

Top