NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Bisnis di Industri Pariwisata Indonesia

Pulau Ora Maluku

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara setuju bahwa negara kita memiliki alam yang mempesona. Maka, tidak mengherankan jika Indonesia layak menjadi destinasi impian para traveler di seluruh dunia.

Pariwisata di Indonesia tahun demi tahun makin berkembang sampai menjadi sebuah industri. Menurut Undang-Undang Pariwisata nomor 10 tahun 2009, industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. Elemen industri pariwisata antara lain yaitu sumber daya pariwisata (sumber daya alam, manusia, dan ciptaan manusia), fasilitas hiburan dan olahraga, sarana umum (alat komunikasi dan perjalanan, instalasi dasar dan sosial, telekomunikasi), pelayanan penerimaan pariwisata (agen dan biro perjalanan, kantor promosi dan kantor perwakilan, pelayanan informasi pengunjung, penyewaan kendaraan, pramuwisata dan petugas interpretasi), fasilitas penerimaan seperti hotel serta instalasi pelayanan makan dan minum.

Pada akhir Februari 2014, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengungkapkan bahwa industri pariwisata menempati urutan ke empat sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia setelah sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Industri pariwisata menjadi sektor unggulan dalam pembangunan nasional. Tentu saja hal tersebut dapat menjadi peluang bisnis yang semakin baik, mengingat Indonesia selalu menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Terdapat fakta yang menunjukkan bahwa salah satu kegagalan bisnis disebabkan oleh buruknya pengelolaan keuangan dan banyak pebisnis memiliki saving ratio yang rendah yaitu kurang dari 10% dari penghasilan bulanan. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan keuangan bisnis untuk hal-hal berikut ini:

  1. Memastikan kas selalu tersedia untuk keberlangsungan bisnis
  2. Menentukan besar modal yang diperlukan
  3. Menentukan jenis dan jumlah pinjaman yang akan digunakan
  4. Memastikan bisnis yang dimiliki menguntungkan serta menentukan penggunaan keuntungan bisnis (investasi untuk perkembangan bisnis atau dibagikan kepada pemilik modal sebagai bagi hasil).

Adapun jenis laporan keuangan yang diperlukan untuk sebuah bisnis yaitu:

  1. Neraca (Balance Sheet); memperlihatkan posisi keuangan bisnis pada satu titik waktu. Kegunaannya untuk membandingkan antara aset yang dimiliki dan bagaimana cara mendapatkan aset tersebut
  2. Laporan Laba Rugi (Income Statement); berupa ringkasan pendapatan dan pengeluaran bisnis selama periode tertentu. Kegunaannya untuk melihat untung atau rugi suatu bisnis
  3. Laporan Arus Kas (Cashflow Statement) dan Cash Budget; menunjukkan jumlah uang masuk dan keluar dalam suatu bisnis selama jangka waktu tertentu. Kegunaannya untuk memastikan bisnis yang dimiliki layak secara finansial.

Sebagai pebisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti ketersediaan dana darurat (12x biaya bulanan), proteksi berupa asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan pencatatan keuangan yang terpisah antara pribadi dan bisnis.

Semoga dapat menjadi bekal memulai bisnis dan survive di industri pariwisata, ya!

Purwanti Wulandari | @pwulandr

Independent Financial Planner

PT Quantum Magna

www.qmfinancial.com

info@qmfinancial.com

@QM_Financial

Top