NAVIGATION

Another world: Online Store

Another world: Online Store

Retail

Di awal tahun 2014 kemarin banyak media bisnis yang membahas berbagai research mengenai prediksi dunia retail di tahun 2014. Salah satu yang marak dibahas adalah mengenai Omni-channel Retailing, di mana konsumen sekarang punya ekspektasi yang tinggi terhadap berbagai macam distribution channel sebuah brand. Kita sebagai konsumen, berharap apapun dan dimanapun kita melakukan kontak (apalagi transaksi) atas sebuah brand, experience yang kita rasakan harus sama. Jadi kalau di toko kita mendapatkan pelayangan yang ramah dan menyenangkan dengan tampilan toko yang artistik, kesan pengalaman itu juga yang kita harapkan didapat dari onlinestore mereka.

Terdengar simple, namun eksekusi untuk mengangkat experience sebuah brand dalam dunia virtual, cukup kompleks. Beberapa hal ini yang setidaknya harus kita perhatikan sebagai pemilik brand:

1. Detail dalam Membangun Imajinasi Brand Story ke Online Store

Saat desain onlinestore, brand guideline yang sudah dimiliki sebelumnya harus menjadi acuan yang sangat vital. Pilihan tampilan layout, warna, fonts, cara menata display produk, animasi pergerakan gambar, penggunaan kata-kata, dan semua unsur visual yang membangun image brand harus sangat diperhatikan dengan detil. Sehingga dengan melihat web-store nya pun customer sudah bisa merasakan kesan sentuhan brand kita yang specific.

2. Kesan Dinamis

Satu hal yang menyebabkan sebuah toko fisikal (brick & mortal store) terasa hidup, adalah karena ada pergerakan di dalamnya. Ada orang yang lalu lalang, ada shop-keeper yang mengajak kita berbincang, ada barang-barang yang dipindahkan, percakapan dan berbagai pergerakan dinamis lainnya. Itulah mengapa sebuah toko yang sepi, akan terasa dingin, dan kita biasanya tidak akan betah berlama-lama di dalam.

Kesan dinamis ini juga yang perlu ditampilkan dalam OnlineStore kita. Cara nya bisa dari pergerakan gambar di home-page, kemudian animasi tulisan, atau apapun yang menunjukkan pergerakan. Selain itu, dinamisasi juga harus tercipta dari koleksi produk yang kita tampilkan. Jika hari ini konsumen masuk ke dalam onlinestore kita melihat satu koleksi barang di homepage, saat 1 minggu kemudian dia masuk, akan lebih membuatnya tertarik untuk mengeksplore web-store kita jika tampilan koleksi barang di homepage sudah berbeda.

3. Responsiveness

Pengalaman yang lumayan banyak membuat konsumen kesal saat berada di satu toko adalah saat ia merasa “dicuekin”,. Hal itu juga yang perlu diperhatikan dalam onlinestore. Apapun cara komunikasi atau interaksi yang kita sediakan dalam web-store kita, kunci dari tingkat kepuasan akan terbaca dari seberapa cepat & baik respon kita atas setiap pertanyaan atau permintaan dari konsumen secara online. Jika seorang konsumen bertanya sesuatu dan tidak mendapat respon setidaknya dalam 24 jam, kemungkinannya adalah brand kita akan langsung dicap tidak profesional, atau negative impression.

4. Trust

Kunci dari transaksi online, adalah rasa percaya. Saat kita mau melakukan transaksi online, otak kita akan bertanya 1 hal penting: bisa dipercayakan web-store ini? Banyak cerita pengalaman yang tidak menyenangkan mengenai penipuan-penipuan online. Hal ini yang juga harus diciptakan dalam web-store kita. Bisa diciptakan dengan 2 cara, pertama dari penampilan keseluruhan website kita yang menampilkan kesan profesional dan bukan seperti website asal-asalan, kedua dari pengalaman bertransaksi yang dirasa cepat, nyaman, dan aman.

Paulina Pungky Purnomowati

Managing Director

DreamLab, Brand & Strategic Retail Consulting

@paulinapungky

 

Top