NAVIGATION

5 Tips Saat Travelling Ke Myanmar

5 Tips Saat Travelling Ke Myanmar

Bagan,_Burma

Jika sebelumnya kami pernah menulis tentang 5 Must Visit Places in Myanmar, kali ini kami akan berbagi 5 tips saat travelling ke Myanmar.

Seperti Indonesia, Myanmar adalah negara yang sangat menghormati tata karma dan etika berbudaya dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaannya, di beberapa tempat di Myanmar, penerapannya seringkali terasa ketat dan apabila salah berperilaku akan mudah dianggap sebagai orang yang tidak sopan oleh masyarakat setempat.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan selama melakukan travelling di Myanmar? Berikut 5 hal penting di antaranya!

770px-Burmese_People_(8396987625)

Lepas Sepatu
Sebelum masuk ke candi, pagoda, dan beberapa area lain yang memiliki ketentuan untuk menanggalkan alas kaki, pastikan Anda sudah benar-benar melepaskan sepatu, sandal, bahkan kaus kaki sebelum memasuki area tersebut. Meskipun demikian, beberapa kuil dan candi memiliki pengecualian bagi para turis yang ingin berkeliling di sekitar halaman depan kuil/candi tersebut.

Selain tempat umum, jika Anda ingin mengunjungi rumah seseorang yang memang merupakan penduduk asli Myanmar, ada baiknya untuk tetap melepaskan sepatu sebelum memasuki rumahnya. Dalam hal ini, Anda diperkenankan untuk menggunakan sandal, kaus kaki atau bakiak.

Gunakan Kedua Tangan
Pada saat Anda ingin memberikan sesuatu, entah itu berupa kado atau sesederhana ingin membayar sesuatu pada penduduk setepat, pastikan untuk selalu menggunakan tangan kanan atau kedua tangan yang menutup benda yang akan diberikan dengan rapat. Hal ini menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang sopan dan menghormati budaya penduduk Myanmar yang akan mudah tersinggung jika menerima perlakua tertentu menggunakan tangan kiri.

5432379180_4171289e39_z

Wanita Tak Boleh Masuk
Pada lokasi tertentu, terutama tempat resmi dan kuil suci, perempuan tidak diperkenankan untuk masuk. Jangan lupa untuk selalu melakukan cross-check dengan pemandu turis setempat akan syarat dan ketentuan untuk keberadaan wanita atas lokasi tertentu. Pada beberapa tempat, wanita bahkan tidak boleh terlihat duduk di atas kap mobil, di atas genteng, di atas perahu, dan area lain yang dianggap mengganggu kenyamanan penduduk setempat.

Bahkan, pada tempat-tempat tersebut, wanita tidak diperbolehkan untuk bersentuhan secara fisik dengan para biksu. Jika Anda wanita dan Anda tak sengaja menyentuh tubuh sang biksu yang tengah berpapasan dengan Anda, ada baiknya Anda langsung utarakan permintaan maaf. Hal ini dikarenakan di Myanmar, hanya pria yang bisa menjadi biksu dan keberadaan biksu sangatlah sacral dan suci.

Gunakan Busana Tradisional
Jika Anda seorang wanita dan Anda ingin menggunakan busana tradisional Myanmar, maka ada baiknya Anda menggunakan pakaian yang menutu[ leher, menutup punggung, dada dan area terbuka lainnya. Namun, kenakanlah busana tersebut tanpa menggunakan bra. Karena bra akan membuat pakaian yang Anda kenakan membentuk tubuh Anda dan hal ini dianggap tidak sopan oleh penduduk setempat.

Jika Anda pria, maka kenakanlah pakaian tersebut sewajarnya.

Buddhism-meditation-burma

Kemeja dan Celana Panjang
Jika anda mengunjung kuil dan pagoda di Myanmar, maka kenakanlah pakaian yang formal, setidaknya kemeja dan celana panjang. Hal ini dilakukan agar Anda tidak dikira ‘pamer’ dada, pinggang, pinggul atau bagian tubuh Anda yang lainnya. Menutupi area-area tubuh sangatlah hal yang sangat penting bagi masyarakat Myanmar untuk menunjukkan kehormatan dan harga diri seseorang.

Nah, sekarang semua persiapan Anda untuk berkeliling Myanmar sudah hampir lengkap. Anda siap untuk bertualang? (*/Sultan)

Top