NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Wahyu Aditya: Sky is Limit

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

 

Quote:“Animasi dan digital limitnya adalah langit, tak terbatas”

Dalam sketsa, gagasan Wahyu Aditya dituangkan menjadi karya yang menghibur dan mencerahkan. Ia pun menunjukkan passion di bidang pendidikan kreatif dengan merintis Hellomotion dan Hellofest yang meraih pencapaian yang membanggakan. Sebagai entrepreneur muda, ada visi besar yang ingin diciptakannya.

Prestasi Wahyu Aditya menunjukkan hasil konsistensi dalam mengasah talenta. Secara otodidak ia belajar menggambar sedari kecil. Pria kelahiran Malang, 4 Maret 1980; mengungkapkan alasan yang sederhana mengapa begitu menyukai kegiatan ini, yakni merasakan kebahagiaan tersendiri saat orang lain terhibur dengan karyanya. Ketika serius menekuni bidang visual dan digital, pemikirannya makin terbuka betapa ranah tersebut begitu penting.

“Komunikasi visual dan digital jadi penting. Berdasar riset,manusia lebih mudah menyerap pesan dalam visual. Bahkan bidang hingga militer butuh visual. Lalu, kenapa milih animasi dan digital? Karena limitnya adalah langit, artinya tak terbatas. Di sini kita bisa menyebarkan gagasan kita.”

Hal tersebut menjadi salah satu alasan didirikannya Hellomotion. “Hellomotion sebagai jembatan untuk membuka wawasan visual dan digital. Target marketnya justru adalah orang yang tidak memiliki wawasan terhadap bidang tersebut. Kami memberikan pendidikan agar orang paham sehingga mampu mengapresiasi lebih,” tutur pria yang karib disapa Waditya. Ia berpandangan kesuksesan Hellomotion bukan masalah kuantitas karya yang bagus, melainkan meluasnya pemahaman peserta terhadap ilmu yang diterima.

“Bisa jadi hanya 20% yang mampu menampilkan karya bagus. Tapi selebihnya secara individu mereka paham dan tahu ilmunya. Kami juga tidak hanya mengajarkan tentang tekniknya, tapi juga wawasan tentang industry dengan harapan mereka mengetahui peluang di sana,” lanjut Waditya. Melalui Hellomotion, peserta bisa mempelajari berbagai bidang seperti animasi, 3D Animation, editing, motion graphic, graphic design.

Selain itu, Waditya menggagas event Hellofest, dan tahun lalu sebanyak 33000 pengunjung berpartisipasi . Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini menjadi kesempatan anak muda kreatif menunjukan karyanya. Pria yang menempuh pendidikan di KvB Institute of Tech. Sydney – Australia ini juga bersemangat mendirikan KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia). Selain bisnis clothing, di sinilah ia berhasil membentuk komunitas baru. Pendekatan antara pendidikan, bisnis, dan komunitas ini yang membawa Waditya mewakili Indonesia dalam kompetisi IYCE (International Young Creative Entrepreneur of The Year ) kategori film dan meraih juara internasional menyisihkan peserta dari 9 negara lainnya.

“Tujuan saya bukan untuk menang, melainkan menambah wawasan baru dan bertemu dengan orang yang memiliki minat yang sama. Ternyata para juri melihat apa yang saya presentasikan membawa one stop solution. Punya pendidikan, punya wadah, dan mengekspos para creator yang membawa impact ke komunitas,” terang ayah dari dua buah hati ini.

Waditya mengamati industri kreatif di Indonesia masih menemui tantangan dari segi infrastruktur. “Industri kreatif memang hal yang baru, memiliki kementerian di bidang kreatif merupakan langkah bagus, ada respons dalam bentuk formalitas. Tapi secara industri, di Jepang menghasilkan 1000 trilyun untuk 4 kategori saja, video, cetak, musik, dan games. Di Indonesia ada 15 kategori tapi masih sekitar 100 trilun per tahun pendapatannya. Yang dibutuhkan adalah infrastruktur, hal yang basic. Seperti tempat untuk mengakomodasi orang kreatif expose karya mereka, internet, komunikasi, transportasi, dan sebagainya,” demikian pandangan Waditya yang tengah bersiap meluncurkan dua buku ini, yakni Komik Scratch Book dan Gerakan Berani Menggambar. (ANA)

Nama: Wahyu Aditya

Profesi: Founder Hellomotion, Hellofest, KDRI

Twitter:@maswaditya

(Majalah Market+ Edisi 54)

Top