NAVIGATION

Natali Ardianto: Mewujudkan Era Digital 2020

Natali Ardianto: Mewujudkan Era Digital 2020

Natali web

Menuju AEC 2015, terdapat peluang yang terbuka dan tentunya kita harus siap menghadapinya. Natali Ardianto, Co Founder dan CTO Tiket.com memberi gambaran mengenai opportunity tersebut. “Dari 10 negara ASEAN, mereka bebas bekerja di negara mana saja tanpa ada work permitt. Opportunitynya, kita bisa juga menjadi professional atau entrepreneur dengan leluasa. Masalahnya adalah kualitas yang akan bertahan adalah yang memiliki kualitas global, untuk itu kita harus meningkatkan kapasitas pribadi.”

Namun, akan menjadi hal yang mengkhawatirkan jika kita meleset mengambil kesempatan tersebut. “Bisa jadi kami hired orang asing untuk perusahaan kami. Pernah saya memberikan tes sederhana kepada 8 orang lokal dengan background sarjana. Namun hasilnya, hanya 1 dari 8 orang yang mampu menjawab tes tersebut. Disayangkan, padahal tes tersebut sederhana, cukup analisis logika. Inilah yang harus diwaspadai. Bisa jadi kita kalah dengan orang asing karena kemampuannya berbahasa dan kompetensi lain,” ungkap Natali.

Di sinilah peran #StartupLokal yang digagas Natali bersama koleganya. “StartupLokal coba membuat ekosistem untuk bersatu,” tutur Natali. Menurutnya, para pengusaha di Indonesia masih belum terbuka dan sharing tentang ilmunya. “Ilmu yang tidak dibagikan ini membuat tidak bisa berkembang. Rekan saya selalu memberikan testimoni mengenai keterbukaan para pengusaha di Silicon Valley. Mereka tidak segan menceritakan teknik-tekniknya sharing usernya, dan sebagainya. Dengan sharing akan muncul feedback, dari situ akan ada opportunity lebih banyak tercipta. Artinya, ketika tidak sharing justru yang rugi ekosistemnya, para pengusaha harus kerja ekstra keras.”

Pada tahun 2020 ke depan, diyakini Natali sebagai era digital yang masif. Ia merasakan sendiri, di Tiket.com kenaikan revenue hingga 1300% di tahun 2013, 2 tahun lalu juga naik drastis. Mengapa? Karena memang industrinya sedang bergerak tumbuh. “Telekomunikasi mengarah data atau digital. Ini opportunity kita. Digital sangat mudah, murah. Accessbilitynya selalu terbuka,” demikian penuturan Natali.

“Tiga tahun terakhir sangat kencang, 2020 pasti sudah matang. Apa yang dilakukan Amerika 10 tahun lalu, bisa kita lakukan sekarang. Kita beruntung menjadi negara berkembang dan tinggal menyalin negara maju. Penetrasi internet memang yang berbeda. Sekarang penetrasi internet kita 15% atau 25%, 6 tahun lagi bisa mencapai 70% , maka ecommerce jadi bertambah kuat,” tutup Natali. (ANA)

 

Top