NAVIGATION

Creativity, Technology, dan Entrepreneurial Spirit

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Arianto Bigman

Director / Program Director di International Design School

Pesatnya perkembangan teknologi digital tercermin dari tingginya penetrasi internet, smartphone, mobile broadband, dan pengguna media sosial. Hal ini berdampak pada pertumbuhan e-commerce dan memicu perkembangan industri kreatif Tanah Air. Menariknya lagi, di Indonesia dunia digital yang menjadi pemicu tersebut memang masuk ke dalam ranah ekonomi kreatif.

Potensi dan perkembangan ekonomi kreatif tersebut menjadi bahan perbincangan menarik bagi Arianto Bigman, Director / Program Director di International Design School. Perkembangan industri kreatif memang sangat pesat di Indonesia. Ini bisa dilihat dari jamaknya pelaku bisnis kreatif di online atau biasa disebut e-commerce. Bahkan, kegiatan bisnis ini juga bisa dilakukan oleh orang dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun.

“Internet atau Google telah mengelimasi batasan-batasan bagi seseorang untuk mengembangkan industri kreatif. Buat saya channelchannel digital semisal media sosial telah menggantikan posisi “word of mouth”. ujar Ari.

Pria kelahiran 24 Februari 1972 ini juga menambahkan, saat ini dengan gadget yang sederhana saja semua orang bisa saling sharing dan bertukar pikiran mengenai ide kreatif kepada banyak orang sekaligus. Bagi Ari, agar bisnis yang dijalani bisa terarah, para pelaku industri kreatif harus dapat menyeimbangkan antara teori dan praktek sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan.

Sedangkan dalam menghadapi tantangan pasar bebas di industri kreatif, Ari menuturkan tantangan industri ini akan ada pada skala industri yang dimiliki pelaku itu sendiri. “Seseorang yang ingin terjun di industri kreatif harus dapat mengintegrasikan tiga hal, yakni creativity, technology, dan entrepreneurial spirit. Jika ketiga hal tersebut sudah terintegrasi, yang selanjutnya dipersiapkan adalah skala produksi yang lebih besar. Hal ini dimaksudkan agar usaha yang berjalan bisa terus sustain dan tidak berhenti di satu titik tertentu,” papar lulusan Magister Seni Creative & Media Enterprise ini. (AGS)

(Majalah Market+ Edisi 54)

Top