NAVIGATION

Branding Sebagai Movement

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Handoko Hendroyono

Creative Storyteller OneComm Indonesia

Gagasan Handoko dan hasil kerja kreatifnya memang selalu menarik. “Start something that matters,” demikian prinsipnya, sehingga mampu menciptakan ide yang menghasilkan profit sekaligus memecahkan masalah. Bidang branding dipilihnya sebagai suatu movement untuk menggerakkan pertumbuhan industry kreatif.

“Sekarang adalah era untuk berkreasi dimana saja, bahkan dari rumah. Ketika ada dorongan untuk kreatif, maka muncul kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Inilah spirit yang harus dibawa, berkreasi dan relevan dengan lingkungan, “ tutur penulis buku Brand Gardener dan “Do”.

Menurut Handoko, permasalahan yang kompleks di Indonesia justru dipandang peluang yang besar untuk menstimulus industri kreatif. Memang keberhasilan untuk menumbuhkannya harus dimulai dari individu terlebih dahulu. Ada enam personality yang perlu dimiliki untuk menjadi kreatif. Dimulai dari eksplorasi, kolaborasi, sharing, keberanian, keingintahuan untuk terus belajar.

Pekerja kreatif hendaknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Hal ini justru yang menyebabkan ide mereka yang cemerlang tidak bisa menjadi sesuatu yang sustainable. Terlebih mereka dihadapkan tantangan seperti keuangan (modal, investasi), pemasaran, publikasi, pengetahuan teknologi, dan pengetahuan infrastruktur industri yang belum kuat. “Collaboration is the new competition,” kata perintis Jakarta Vintage ini. Kolaborasi menjadikan bisnis kreatif makin mudah dijalani sehingga berkembang dengan cepat.

Handoko menjadi inisiator beberapa project dan movement yang membawa pengaruh luas. Salah satunya Jakarta Do Art. Di sini para member menjual hasil karya mereka dalam bentuk produk dengan desain populer. Tentunya produk-produk mereka bisa diaplikasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan diperoleh dengan harga terjangkau. (ANA)

(Majalah Market+ Edisi 54)

Top