NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Wulan Guritno: Strong on Beauty

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Pribadi yang berkarakter tak hanya muncul di tiap scene film yang dimainkan, tetapi juga di rutinitas kehidupan yang dijalani. Ia tampil sebagai sosok yang terencana, melakoni, sembari mengevaluasi tahap-tahap yang ditempuh. Kariernya pun membentang di layar perak dan berlanjut terjun di dunia bisnis. Ibu dari tiga buah hati ini pun terus berupaya untuk mendahulukan curahan perhatianya untuk keluarga.

Wulan Lorraine Guritno, demikian nama lengkap perempuan kelahiran London, Inggris, 14 April ini.  Parasnya tak asing menghiasi film bernuansa drama di tanah air. Kini ia dipercaya memerankan Kartini Manoppo, dalam film 9 Reasons yang mengisahkan tentang 9 wanita utama di dalam kehidupan Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Wulan pun tengah mempersiapkan syuting di Yogyakarta sebagai Suster Kepala di sekolah Katholik, berjudul Di Tepian Sungai Elok.

Kelahiran putranya bernama Jeremiah Alric Dimitri melengkapi kebahagiaan keluarga kecilnya. “Bagi saya, masa hamil dan menyusui disebut sebagai waktu istirahat. Setelah itu, saya bersiap dan kembali ke dalam aktivitas semula, baik di bisnis maupun film,” tutur istri dari Adilla Dimitri. Kesungguhannya dalam berbisnis dibuktikan lewat upayanya mengembangkan Poetre dan bisnis terbarunya, Spiky Smooth.

Antusias Wulan tampak ketika berbincang mengenai usaha Poetre yang telah dirintis bersama ketiga rekannya selama hampir empat tahun. Bermula dari wax dan spa dengan klinik 4 beds, kini telah dibuka 14 cabang yang menekankan pada produk kecantikan berkualitas yang diolah tim Poetre sendiri.  Selain itu, Poetre meluncurkan konsep beauty lounge dengan berbagai treatment kecantikan yang ditawarkan.

Tampaknya Wulan makin menikmati berbisnis bersama rekannya. Masing-masing memberikan gagasan sesuai dengan spesialisasinya. Ada yang sangat perhatian dan paham pada detail produk, ada pula yang ahli menangani manajemen karyawan dan marketing. “Saya sendiri memantau business development seperti pengembangan franchise maupun menjalin kerjasama. Meski kami berbeda-beda, tapi keputusan tetap hasil pemikiran bersama, “jelas Wulan. Kekompakan tersebut memang sudah tumbuh dari awal membangun bisnis ini. “Kami memang ingin berbisnis sesuatu yang di-create langsung dari kami berempat,” tambah Wulan.

Berbeda dengan kisah  Spiky Smooth. Wulan sendiri tidak menyangka produk home made ice cream yang ia kreasikan disambut dengan respons baik.  Ice cream ini hanya bisa dipesan by order, dengan sentuhan personalize, dan melayani request untuk event yang membutuhkan dekorasi dari ice cream. “Planning saya mula-mula hanya mengirim kepada teman-teman terdekat. Surprise, ternyata order banyak berdatangan uuntuk Spiky Smooth. Saya berharap bisa menjadikannya sebagai brand yang bagus, ice cream untuk lifestyle,” demikian perempuan yang mengaku belajar bisnis hanya dari pengalaman yang dijalaninya. Tidak ada mentor khusus. “Learning by doing. Trial and error, “ aku Wulan.

Baginya, pengalaman memang dijadikan evaluasi tersendiri. Dari beberapa kekurangan dan kendala dalam menjalankan bisnis mendorongnya untuk kreatif mencari solusi baru agar tidak mengulang kesalahan sama, dan akhirnya bisa mengakselerasi tumbuhnya bisnis.

Pencapaian Wulan mungkin lebih dahulu dikenal di industri film, sebab bidang ini yang membesarkan namanya. Tak sekadar menekuni akting, ia bersama rekannya, Tio Setyoso merintis rumah produksi WGE pada 24 Juni 2011. Proyek pertamanya adalah Dilema, film omnibus, yang naskahnya digarap dan akan disutradarai oleh 5 sutradara muda berbakat, termasuk sang suami yang menggarap langsung film ini. Dilema pun menerima penghargaan dan pengakuan internasional di Moskow, Rusia.

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Berbicara mengenai tantangan, Wulan merasa perbedaan yang jelas dibanding berbisnis salon kecantikan. “Kami langsung terjun dan mengawal langsung di lapangan. Sebagai produser, maka harus mencermati A-Z, sebagaimana yang saya lakukan saat membuat ‘Dilema’. Kesamaannya, baik bisnis di Poetre maupun film memang harus dijalankan dengan ‘hati’,” demikian sosok yang mengidolakan Hugh Jackman ini.

Wulan pun dikenal pribadi yang menyukai belajar terhadap banyak hal. Hal tersebut tampak dari pandangannya terhadap industri film di tanah air. “Sekarang dunia internasional sudah melirik film Indonesia. Berbagai penghargaan diberikan kepada film nasional yang berkualitas. Bukankah itu prestise tersendiri? Namun, kondisi di dalam negeri sendiri masih belum sinkron dengan hal tersebut, dengan kata lain masih mengkhawatirkan. Ada benang merah yang tidak tersambung dengan baik. Pihak pemerintah, dan pelaku industri film tidak solid. Kita semua masih mencari dan belum dapat jawabannya,” tukas Wulan. Yang terpenting bagi Wulan saat ini adalah bagaimana caranya membuat good movie, sekaligus komersial yang merebut hati penonton.

Mengutarakan tentang pencapaian, Wulan bersyukur dengan segala apa yang telah diraihnya hingga kini, tak terkecuali kebahagiaan bersama keluarga. “Selain mengejar cita-cita, saya tidak melupakan kodrat saya sebagai ibu dan istri. Jika di rumah belum beres, saya sendiri belum bisa tenang,”

Episode kehidupan yang dilaluinya membuat Wulan mengambil kesimpulan. “Keep it simple saja. Menurut saya, menjadi simpel sudah memiliki makna yang luas. Terkadang keadaan membuat kita tidak bisa jadi sendiri. Namun, tetap jadi diri sendiri, be yourself, dan yang saat ini dikerjakan maka hal tersebut yang dimaksimalkan,” tutup Wulan. (ANA/AGS)

Nama: Wulan Guritno

Tempat & Tanggal Lahir: London, Inggris, 14 April 1980

Profesi: Aktris, Entrepreneur, Produser WGE Pictures

(Majalah Market+ Edisi 41)

Top