NAVIGATION

Seks Education Sejak Dini

 26175981_m

Kapan saat yang tepat untuk mulai berbicara tentang seks pada anak? Sesegera mungkin! Saat masih kanak-kanak pun mereka dapat dan butuh mengerti informasi yang tepat tentang fungsi tubuh dan alat kelaminnya. Hal itu diperlukan agar mereka tidak menjadi bingung dan malu dengan tubuh mereka sendiri.

Cara Memberikan Pendidikan Seks pada Anak-anak

Beberapa hal di bawah ini adalah cara bagaimana kita dapat membantu anak-anak dalam mengenal tubuh mereka dan bagaimana fungsi anggota tubuh mereka.

  • Sampaikan pada anak-anak apa nama yang tepat untuk anggota tubuh mereka dan bagaimana cara untuk menggunakannya. Hindari penggunaan nama yang tidak tepat untuk menyebut organ kelamin. Mengapa? Sebab anak merasa anggota tubuh tersebut (kelamin) adalah sesuatu yang harus ditutupi dan dihilangkan. Perbaiki terminologi yang salah atau kurang tepat dan buatlah penerimaan tentang tubuh tanpa hadirnya rasa malu.
  • Terbitkan perasaan gembira dan bersyukur atas fungsi tubuh yang ada dan dorong anak untuk berpikir positif akan fungsi tersebut.
  • Bisa saja anak-anak merasa nyaman untuk melakukan eksplorasi tubuh serta alat kelaminnya sendiri dan ia lakukan di tempat umum. Maka Anda perlu jelaskan bahwasanya anggota tubuh mereka tersebut adalah sesuatu hal yang individual sifatnya sehingga tindakan tersebut tidak tepat dilakukan di tempat umum.
  • Anak-anak perlu tahu bahwa bagian tubuh mereka yang pribadi adalah milik mereka dan tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya, selain orangtua atau pengasuh mereka yang bertugas membersihkan bagian tubuh mereka. Sampaikan bahwa bagian tubuh yang pribadi milik orang lain juga tidak boleh disentuh sembarangan.
  • Tekankan selalu pendidikan tentang bagaimana sentuhan yang “boleh” dan “tidak boleh” pada usia mereka. Sentuhan yang “baik” adalah sentuhan yang memang mereka inginkan dan mereka sendiri memperkenankannya. Sentuhan yang “tidak boleh” adalah saat mereka tidak ingin disentuh tapi orang lain tersebut memaksa untuk menyentuh bagian pribadi mereka. Sampaikan pada anak-anak bahwa apabila seseorang ingin menyentuh mereka dengan cara apapun tetapi anak-anak kita tidak ingin disentuh, maka mereka harus berkata “jangan sentuh saya dengan cara demikian” , dan dorong mereka untuk melaporkannya pada orang dewasa yang mereka percaya, seperti orangtua dan guru.
  • Kita bisa memberi pelajaran sekaligus contoh bagaimana bentuk sentuhan yang “tidak baik”, misalnya saat mereka bermain bersama lalu ada seorang teman yang terlalu berlebihan atau kasar memeluk mereka, mencium.Dorong mereka untuk menyampaikan kata-kata secara asertif dalam menghentikan hal tersebut karena sentuhan dengan cara demikian adalah hal yang tidak baik. Lalu kembali ingatkan anak-anak kita bahwa mereka pun harus menghormati keinginan temannya tersebut dengan menghentikan apa yang mereka lakukan.

Mulai sejak dini seharusnyalah orangtua memberikan informasi dan bertindak yang lebih terdidik berkaitan dengan seks pada anak-anak.

(Tia Rahmania, M.Psi. | (Pengajar di Prodi Psikologi, Universitas Paramadina & Praktik di Kancil, Jakarta)

 

(Majalah Market+ Edisi 41)

Top