NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Novistiar Rustandi: Menjelajah Inovasi Edukasi

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

“Jangan sampai pelaku industri lokal terlewat akan kesempatan ini. Kita harus membuat ekosistem yang baik dan mendukung pemain lokal. Jadi mulai dari sekarang harus dipersiapkan,”

Antusiasme tujuh tahun mendatang mengenai teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia terus mendatangkan wacana. Novistiar Rustandi, adalah salah satu sosok yang optimis menyambut kemajuan tahun 2020. Director Jakarta Founder Institute ini pun berbagi mimpi khususnya di bidang start up.

Inkubator start up Founder Institute Indonesia sudah menapak angkatan ketiga. Selain membimbing perjalanan para entrepreneur muda, Novistiar pun berkonsentrasi mengembangkan HarukaEdu. “Di sini saya menemukan passion selain bidang digital, yakni edukasi,” tutur pria yang akrab disapa Novis ini.

Perhatiannya mengenai dunia pendidikan mendorongnya untuk fokus di bidang ini. Selama dua tahun Novis mencari informasi dan mengamati keadaan yang tengah dihadapi di Indonesia.  Akhirnya ia menemukan beberapa kesimpulan, diantaranya kebutuhan higher education di negeri ini. “Setiap tahun ada 2,8 juta pendaftar universitas. Namun, hanya 1,1 juta yang diterima menjadi mahasiswa. Keterbatasan universitas dalam menampung mahasiswa baru akhirnya menggagas online edukasi sebagai solusi, “ terang pria yang meraih gelar master Sistem Teknologi Information George Washington University.  Menurut riset Mc Kinsey, Indonesia akan menempati posisi sebagai negara terbesar ketujuh di dunia  pada tahun 2030. Idealnya,  dibutuhkan 60 juta skilled worker 18 tahun ke depan dan perlu 4 juta sarjana. “Maka perbaikan edukasi harus jadi konsentrasi, “ tambah Novis.

Pengalamannya menggeluti teknologi informasi dan komunikasi memang teruji. Saat menjadi mahasiswa ia bersama rekannya membuat virtual kampus, semacam jejaring sosial untuk membantu para mahasiswa memperoleh text book terjangkau. Melalui ide bisnis Autosally bidang otomotif, Novis pun berkesempatan menjadi anggota Founder Institute Angkatan I. Bersama rekannya, ia mendapat training langsung dari para mentor di Silicon Valley, California.

Setelah berkarier di dunia profesional menjadi konsultan di luar negeri, Novis memutuskan untuk terjun sepenuhnya menjadi entrepreneur dan support para start up dalam Founder Institute Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui, tes dan peraturan untuk peserta di Indonesia persis sebagaimana yang diterapkan di Founder Institute Silicon Valley. Artinya, peserta yang lulus di Founder Institute Indonesia pun sama kualitasnya dengan standar internasional.

(Doc. Market+)
(Doc. Market+)

Untuk membimbing peserta para mentor JKTFI memberikan treatment tertentu berdasarkan pengalaman yang pernah ditempuh. Bagi Novis, yang terpenting bagi pembimbing adalah menjadi good listener terlebih dahulu. “Kami akan lebih banyak mendengarkan dan memberikan pertanyaan untuk memacu kreativitas. Mendengarkan adalah kuncinya, apabila ada kekeliruan dari peserta, kami beri feedback, tapi tidak memaksa untuk melakukannya. Kami bimbing agar mereka tidak melakukan kesalahan yang pernah kami hadapi sebelumnya. Namun keputusan dan penyelesaian masalah kami serahkan pada mereka,”jelas Novis.

Melalui upayanya bersama Andy Zain, Sanny Gaddafi , dan para mentor, kini sudah ada 11 start up dari inkubator perusahaan teknologi ini. Produk yang dihasilkan start up lulusan Founder Institute Indonesia merupakan produk yang menjadi problem solver bagi masyarakat. Novis memberikan pandangan pribadinya mengenai hal tersebut. “Siapa lagi yang paling mengerti permasalahan di negeri ini selain diri kita sendiri? Oleh karena itu diperlukan kreativitas untuk menjadi problem solver bagi masyarakat. Beberapa contoh diantaranya servis layanan apotik melalui mobile phone dengan aplikasi Dokita, loyalty service melalui Pouch, atau servis pengiriman logistik EloKu, “

Sosok yang aktif pula berbagi ilmu di Surya University dan Universitas Bina Nusantara ini pun berbagi mengenai nilai-nilai yang senantiasa ia pegang untuk menjadi entrepreneur. “Kepercayaan adalah yang paling penting. Melalui kepercayaan kita bisa mendapat partner yang yakin dengan ide dan bisnis kita. Kepercayaan pun menjadi aspek bagi investor untuk menanamkan modal. Para investor justru mengamati kepribadian pebisnis bukan semata ide bisnis yang bagus. Berikutnya, jalin network dan bergaul dengan siapa saja, dan selanjutnya lakukan pembagian waktu yang smart dan kerja keras.”

Ketika ditanya mengenai pandangannya di tahun 2020, Novis mengaku optimis. Di satu sisi, ia mengaku bahwa dukungan pemerintah harus optimal terkait kebijakan dan regulasi. Ia pun mengingatkan adanya arus dari perusahaan luar negeri yang melirik peluang di Indonesia. “Jangan sampai pelaku industri lokal terlewat akan kesempatan ini. Kita harus membuat ekosistem yang baik dan mendukung pemain lokal. Jadi mulai dari sekarang harus dipersiapkan, “ tutup  Novis bersemangat.

Nama: Novistiar Rustandi

Profesi: Co-founder, Haruka Edukasi Utama, Jakarta

Director, Founder Institute, Jakarta

Director, Nextweb Technologies, Jakarta

(Majalah Market+ Edisi 43)

Top